Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisis Keunggulan Komparatif dan Kompetitif Kelompok Usaha Ternak Domba Melalui Peningkatan Kualitas Genetik di Kabupaten Magelang Purwono, Edi; Mubarokah, Wida Wahidah; Makmun, Lutfan; Akbarrizki, Muzizat
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 2 (2024): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i2.1341

Abstract

Domba merupakan salah satu jenis ternak penghasil daging di Indonesia. Ternak domba memiliki banyak keunggulan, diantaranya adalah mudah beradaptasi, cepat berkembang biak dan mudah dalam pemeliharaannya. Dalam budidaya ternak domba, beberapa peternak khususnya generasi muda sudah mulai banyak yang memanfaatkan pejantan unggul baik dari jenis domba lokal maupun jenis dompa impor. Penggunaan pejantan unggul diharapkan dapat meningkatkan kualitas genetik pada anakan yang dihasilkan dan dapat memberikan nilai tambah terhadap usahanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif kelompok usaha ternak domba melalui peningkatan kualitas genetik pejantan. Penelitian ini dilakukan di kelompok usaha ternak domba yang telah menggunakan pejantan unggul. Penelitian ini termasuk dalam penelitian survei dengan sampel sebanyak 6 kelompok ternak yang berasal dari 6 kecamatan di Kabupaten Magelang. Penentuan Lokasi dan sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dengan total responden sebanyak 30 orang dari 120 anggota kelompok. Data selanjutnya ditabulasi dan di analisis dengan menggunakan teknik Policy Analysis Matrix (PAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pejantan unggul sebagai upaya meningkatkan kualitas genetik ternak domba memberikan nilai positif berupa peningkatan pendapatan peternak. Nilai Private Cost Ratio (PCR)  menunjukkan angka <1 yaitu 0,4 yang artinya bahwa usaha kelompok ternak domba yang diusahakan memiliki keunggulan kompetitif. Usaha kelompok ternak ternak domba dengan menggunakan pejantan unggul juga memiliki keunggulan komparatif yang ditunjukkan dengan nilai Domestic Resources Cost Ratio (DRCR) <1 yaitu 0,5 yang artinya usaha ternak yang dilakukan memiliki daya saing komparatif karena keuntungan yang diperoleh peternak lebih besar dibandingkan dengan biaya input non tradable sosialnya.
Strategi Pengembangan Kelompok Tani di Distrik Manokwari Utara Kabupaten Manokwari Purwono, Edi; Koraag, Fins Bruce; Makabori, Yohanes Yan
Jurnal Penelitian Peternakan Terpadu Vol. 6 No. 1 (2024): April
Publisher : UPPM Politekik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppt.v6i1.1303

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan kelembagaan kelompok tani, faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kelas kelompok tani dan strategi pengembangan kelompok tani. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan tekhik observasi, wawancara dan Focus Group Disscusion (FGD). Peserta FGD ini terdiri dari pengurus kelompok, PPL dan BPP.  Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposif sampling. Penilaian kelas kelompok tani menggunakan instrumen Surat Keputusan Kepala BPPSDMP No 168 Tahun 2011. Hasil penilaian kelas kelompok tani di Distrik Manokwari Utara secara keseluruhan masih pra-pemula. Faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kelas kelompok tani yaitu :1) Kelompok belum dikukuhkan, 2) Belum memiliki tujuan yang sama, 3) Peran anggota dan PPL masih rendah 4) Pengetahuan, Pemahaman dan kemampuan anggota kelompok terhadap administrasi masih rendah. Strategi pengembangan kelompok tani yaitu : 1) Melakukan pengukuhan kelompok tani, 2) Melaksanakan pembinaan dengan sistem latihan dan kunjungan, 3) Melaksanakan BIMTEK bagi kelompok tani, 4) Mengadakan pertemuan rutin  kelompok dengan PPL, 5). Mengadakan lomba antar kelompok tani. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kelompok tani di Distrik Manokwari Utara masih kategori pra-pemula karena dipengaruhi beberapa faktor yaitu pengukuhan kelompok, administrasi, tujuan, serta peran anggota dan PPL yang masih rendah. Strategi pengembangan kelompok tani yang perlu dilaksanakan yaitu melakukan pengukuhan kelompok tani, pembinaan dengan sistem latihan dan kunjungan kelompok tani di dalam maupun di luar daerah, melakukan BIMTEK  tentang Administrasi kelompok, mengadakan pertemuan rutin antara kelompok dan PPL, mengadakan lomba antar kelompok.
Pengaruh Infusa Biji Buah Pinang (Areca catechu) terhadap Tingkat Mortalitas Haemonchus Contortus pada Kambing Kacang Mubarokah, Wida Wahidah; Makmun, Lutfan; Purwono, Edi; Cahyani, Annisa Putri; Pranatasari, Dewi; Akbarrizki, Muzizat; Awaludin, Aan
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 22 No. 1 (2025): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v22i1.1375

Abstract

Haemonchus contortus is the most pathogenic blood-sucking gastrointestinal nematode worm found in the abomasum of small ruminants, especially in goats and sheep. Haemonchus contortus has been identified as a significant problem in ruminants because it causes economic losses. The purpose of this study was to determine the effect of areca nut seed infusion (IBP) on the mortality rate of Haemoncus contortus. This study was divided into 9 groups, each group containing 10 Haemoncus contortus worms. Group I was treated with IBP 2.5%; group II was treated with IBP 5%; group III was treated with IBP 7.5%; group IV was treated with IBP 10%; group V was treated with IBP 12.5%; group VI was treated with IBP 15%; group VII was treated with IBP 17.5%, group VIII as a negative control (0.9% NaCl) and group IX as a positive control (Albendazole). Mortality of Haemonchus contortus was recorded every hour until the mortality of the worms was 100%. Data analysis with ANOVA, to determine the differences in the effects of different treatments, analysis of variance and significant differences (P <0.01) were carried out, followed by further testing by the Duncan method (Duncan Multiple Range Test). The results of this study indicate that IBP significantly affects the mortality rate of Haemonchus contortus at various concentrations. In this study, the best concentration to kill 100% Haemonchus contortus for 4 hours was IBP concentrations of 12.5% 15% and 17.5%
Deteksi Parasit Gastrointestinal Pada Domba Di Kecamatan Secang Kabupaten Magelang Purwono, Edi; Mubarokah, Wida Wahidah; Achmad, Ferdian; Makmun , Lutfan; Riyadi, Riyadi; Mustamimah, Siti
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 22 No. 1 (2025): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v22i1.1382

Abstract

Sektor peternakan merupakan sektor yang sangat strategis di dalam proses pemenuhan kebutuhan pangan bagi masyarakat, namun dalam proses budidayanya banyak faktor yang menjadi kendala, salah satunya adalah penyakit cacingan yang sering menyerang ternak domba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeteksi keberadaan telur cacing yang diduga menginfeksi ternak domba di kelompok ternak domba yang ada di Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang serta menentukan seberapa besar tingkat prevalensinya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan 50 sampel feses domba dan di uji dengan metode uji apung. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sampel dinyatakan positif terinfeksi cacing dari spesies Ostertagia sp, Haemonchus sp, Trichuris sp, Eimeria sp dan Moniezia sp dengan persentase infeksi sebesar 92%. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ternak dompa positif terinfeksi cacing dengan tingkat prevalensi tertinggi pada spesies Ostertagia sp.
Optimization Strategy for Organic Rice Business Management SNI (Standar Nasional Indonesia) Upland Project in the Highlands Magelang District Central Java Province Mubarokah, Wida Wahidah; Nurdayati, Nurdayati; Purwono, Edi; Makmun, Lutfan; Akbarrizki, Muzizat; Maretta, Hermasani Tya; Setyaji, Teguh
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 20 No. 2 (2023): Desember
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v20i2.1130

Abstract

Upaya pengembangan beras organik di dataran tinggi Kabupaten Magelang didukung melalui kegiatan The Development of Integrated Farming System in UPLAND Areas (UPLAND), pada lahan padi seluas 2.000 ha. Kegiatan utama UPLAND project meliputi pengembangan dan rehabilitasi infrastruktur pertanian, pengembangan budidaya padi organik, bantuan alat mesin pertanian, alat transportasi, serta microfinance. Tujuan penelitian adalah menyusun strategi optimasi pengelolaan usaha beras organik berdasar SNI. Pendekatan penelitian bersifat diskriptif exploratory dengan responden 80 orang. Penentuan lokasi penelitian di 3 kawasan percontohan UPLAND di wilayah Kabupaten Magelang dilakukan secara purposive sampling, Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan pada bulan Juli sd. September 2023. Analisis data meliputi uji validitas dan reliabilitas, analisis matriks IFE (Internal Factor Evaluation) dan EFE (Exsternal Factor Evaluation), analisis deskriptif general elektrik dilanjutkan SWOT . Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergitas subsistem agribisnis beras organik dari hulu hingga hilir berupa subsistem pengadaan dan penyaluran sarana produksi,  subsistem usahatani (on farm), subsistem pengolahan dan penyimpanan hasil, subsistem pemasaran dan subsistem jasa penunjang untuk faktor strategis internal dalam kondisi sedang dengan nilai 2.50, sedangkan faktor strategis ekternal dalam kondisi kuat dengan nilai 3.30. Simpulan berdasarkan hasil analisis kondisi IFAS (Internal Factors Analysis Strategy) dan EFAS (External Factors Analysis Strategy) dalam mengembangan padi organik di 3 wilayah dataran tinggi Kabupaten Magelang yang paling ideal dengan Strategi S-O, yakni : 1) Optimalisasi ketersediaan dan teknologi alat/alat/mesin pertanian, usaha jasa peralatan dan mesin pertanian, sarana produksi pertanian, teknologi mitigasi iklim yang ada; 2) Memanfaatkan secara maksimal dukungan mitra kerja/fasilitas hulu dan lembaga pengawas/fasilitasi/swasta/pemerintah yang memberikan perhatian besar.
Model Pendampingan Generasi Millennial Sektor Pertanian Berkelanjutan melalui Optimalisasi Pemberdayaan Asset Social Movement menghadapi Era Pertanian Cerdas Digital 4.0 (Digital Smart Farming 4.0) Nurdayati, Nurdayati; Sudarmanto, Bambang; Mubarokah, Wida Wahidah; Purwono, Edi; Makmun, Lutfan; Akbarrizki, Muzizat -
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2024): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i1.1196

Abstract

Pendampingan generasi millennial sektor pertanian berkelanjutan melalui optimalisasi pemberdayaan asset social movement menghadapi era pertanian cerdas digital 4.0 (digital smart farming 4.0) merupakan salah isu strategis saat ini. Tujuan utama penelitian : menganalisis dan membangun model pendampingan generasi millennial sektor pertanian menghadapi era pertanian cerdas digital 4.0 (digital smart farming 4.0) yang ideal. Pendekatan penelitian mengunakan multimetode triangulasi atau metode campuran dengan strategi sekuensial kuantitatif – kualitatif. Analisis data menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan software IBM AMOS. Pengujian model keseluruhan (overal/fit) dilakukan uji validitas, reliabilitas, normalitas, outlier dan analisis pengaruh. Hasil analisis pengaruh model akhir, rata-rata signifikansi 0,02 (berpengaruh) karena nilai signifikansi <0,05. Kontribusi variable bebas terhadap tidak bebas dengan R square 0,924, kontribusi variable Y terhadap Z sebesar 92,4%. Penelitian dilakukan 6 bulan (Maret - Agustus 2023). Sampel penelitian adalah petani millennial usia 17-39 tahun dari 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah berjumlah 216, pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian : Nilai rata – rata pemberdayaan asset pergerakan sosial/ social movement pada aspek kemampuan petani millennial berupa: kompetensi teknis, kompetensi manajerial, kompetensi sosial sebesar 2.77 (tidak/belum baik). Nilai rata – rata sub sistem pertanian 2.79 (tidak/belum baik). Nilai rata – rata teknologi smart farming 2.75 (tidak/ belum baik). Nilai rata – rata keberlanjutan pembangunan pertanian 2.74 masuk kategori kurang/ rendah (less sustainable). Model perbaikan pendampingan generasi millennial agar ideal dan optimal dapat dilakukan dengan : 1) peningkatan kemampuan berupa: kompetensi teknis, manajerial, sosial melalui penyuluhan, pelatihan dan  memperbanyak pengalaman lapangan  dalam hal pemilihan  komoditas yang tepat dan penerapan manajemen standar operasional usaha yang baik; 2) sinergisitas sub sistem  agribisnis dari hulu hingga hilir oleh petani millennial dan stakeholder terkait sehingga tercipta efiesiensi usaha; 3) penerapan teknologi smart farming oleh petani millennial terutama pada proses produksi, pasca panen/ pengolahan hasil dan promosi dan pemasaran; 3) peningkatan kesadaran dalam menerapkan keseimbangan ekonomi, sosial dan lingkungan dituangkan dalam Skenario business as usual (BAU) dan strategi bisnis.
Analisis Kompetensi Petani Millennial dalam Mendukung Keberlanjutan Usaha (Studi Kemampuan Teknis, Manajerial dan Sosial Petani Millennial di Jawa Tengah) Sudarmanto, Bambang Sudarmanto; Nurdayati, Nurdayati; Mubarokah, Wida Wahidah; Purwono, Edi; Akbarrizki, Muzizat; Makmun, Lutfan
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2024): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i1.1199

Abstract

Kompetensi petani millennial meliputi kompetensi teknis, manajerial dan sosial memiliki peran strategis dalam keberlanjutan usaha. Penelitian bertujuan untuk: 1) mengetahui gambaran umum wilayah penelitian dan karakteristik responden penelitian; 2) menganalisis dan menyusun rekomendasi peningkatan kompetensi petani millennial dalam mendukung keberlanjutan usaha dari aspek kemampuan teknis, manajerial dan sosial. Penelitian mengunakan metode/ prosedur survei dengan pendekatan kuantitatif, didukung data kualitatif explanatory. Penelitian dilakukan 6 bulan (Maret - Agustus 2023). Sampel penelitian adalah petani millennial usia 17-39 tahun dari 10 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah berjumlah 216, pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan software IBM AMOS. Pengujian model keseluruhan (overal/fit) dilakukan uji validitas, reliabilitas, normalitas, outlier dan analisis pengaruh. Hasil analisis pengaruh model akhir, rata-rata signifikan 0,02 (nilai signifikansi <0,05). Hasil analisis penelitian, kompetensi petani millennial (X1) mencakup: kompetensi teknis, manajerial, sosial dalam kategori sedang (2.77). Keberlanjutan usaha (Z) meliputi keberlanjutan ekonomi (profit), sosial (people), lingkungan (planet) masuk kategori sedang sebesar (2.91) atau quite sustainable. Rekomendasi untuk meningkatkan keberlanjutan usaha dapat dengan menerapkan prinsip sinergitas kompetensi yang baik untuk keberlanjutan usaha berbasis people, profit, dan plane dalam perencanaan hingga pelaksanaan usaha tani. Peningkatan kompetensi dapat dilakukan melalui peningkatan kompetensi teknis berupa: peningkatan kemampuan pemilihan komoditas berorientasi jangka panjang, kemampuan inovasi usaha/ budidaya dengan penerapan smart farming, peningkatan kemampuan pasca panen dan pemasaran. Peningkatan kompetensi manajerial berupa: kemampuan merencanakan usaha, mengelola sumberdaya dan usaha, mengelola jejaring kemitraan, mengelola konflik, mengelola modal usaha. Kemampuan sosial berupa: kemampuan mengembangkan pendidikan dan latihan, mengembangkan organisasi, mengembangkan kelompok, mengembangkan kerjasama sosial/ corporate social responsibility (CSR).
Motilitas dan Abnormalitas Sperma Post Thawing Pejantan Brian dan Osmond di Kabupaten Magelang Sunardi, Sunardi; Purwono, Edi; Riyadi, Riyadi; Wuryandari, Dwi; Rahmawati, Via Fitri
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 21 No. 1 (2024): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v21i1.1207

Abstract

Lambatnya pertumbuhan populasi sapi dan kerbau dalam negeri umumnya dikarenakan manajemen reproduksi ternak yang belum optimal sehingga perlu dilakukan evalusi dari pelaksanaan kegiatan manajemen reproduksi tersebut. Salah satu teknologi peningkatan populasi sapi adalah dengan Inseminasi Buatan (IB). Bahan yang digunakan untuk melaksanakan IB diperlukan straw atau semen beku yang berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat motilitas dan abnormalitas sperma post thawing pejantan Brian dan Osmond. Penelitian dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan, dimulai pada 28 September sampai dengan 28 November 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan sampel straw (semen beku)  sebanyak 20 straw yang berasal dari 2 (dua) jenis pejantan yang berbeda yaitu  10 straw (semen beku) pejantan Brian, dan 10 straw (semen beku) pejantan Osmond yang diproduksi oleh BIB Ungaran. Variabel yang diamati antara lain motilitas, abnormalitas spermatozoa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa motilitas sperma post thawing pejantan Brian lebih tinggi dari Osmond, dan abnormalitas Osmond lebih tinggi dibandingkan pejantan Brian.
Gambaran Kasus Paramphistomiasis Pada Sapi Bali (Bos sondaicus) Berdasarkan Data Hasil Pemeriksaan Post Mortem Pada Hewan Kurban Purwono, Edi; Mubarokah, Wida Wahidah; Makmun, Lutfan; Akbarrizki, Muzizat
AgriMalS Vol 5 No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/agrimals.v5i2.1957

Abstract

Paramphistomiasis is one of the important parasitic diseases that affect ruminant animals. This disease is caused by infection with flatworms (trematodes) of the genus Paramphistomum. These worms can cause disturbances in the digestive tract of livestock, which can ultimately reduce the productivity of the livestock being raised and even lead to the death of the animals. The objective of this study was to determine the prevalence of Paramphistomiasis in cattle slaughtered during the Idul Adha holiday in Manokwari Regency, West Papua Province, through post-mortem examination or examination conducted after the slaughtering process was completed. This study is a survey study. The study population consists of cattle slaughtered during the Idul Adha holiday in Manokwari Regency, West Papua Province. Sampling was conducted using non-probability sampling techniques, with 202 samples collected using purposive sampling methods. The results of the study indicate that 71 samples out of the total number of sacrificial animals slaughtered during Eid al-Adha tested positive for infection with Paramphistomum sp, with a prevalence rate of 35%, as evidenced by the detection of Paramphistomum sp worms following slaughter and rumen organ dissection. Based on the results and discussion, it can be concluded that the incidence of paramphistomiasis in Manokwari Regency is relatively high. This is likely due to inadequate management practices and the continued use of a semi-intensive management system.