Kinerja sistem penyediaan air minum (SPAM) seringkali terkendala oleh inefisiensi pada unit distribusi, ditandai dengan fluktuasi tekanan dan tingginya proporsi kehilangan air non-pendapatan (Non-Revenue Water/NRW). Di wilayah layanan Perumda Air Minum Tirta Saiyo Unit Lubuk Sikaping, ketidakstabilan tekanan ini secara signifikan memengaruhi kuantitas dan kontinuitas pasokan, khususnya di jam puncak, yang pada akhirnya mereduksi kualitas pelayanan publik. Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei lapangan dan analisis Sistem Informasi Geografis (SIG). Analisis data difokuskan pada pemetaan distribusi tekanan air dengan perangkat lunak ArcGIS untuk memvisualisasikan data geospasial, melakukan analisis spasial, dan mengaplikasikan teknik interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW). Pengukuran tekanan pada 107 titik jaringan distribusi menunjukkan variasi signifikan, berkisar 0,1 hingga 9,0 bar. Secara regional, Rayon I dan II didominasi tekanan rendah (0,1–0,3 bar), Rayon 5 dan 7 didominasi tekanan normal (1–2 bar), sementara beberapa titik di Rayon III, IV, dan VI mencatat tekanan tinggi (5–9 bar). Hasil interpolasi IDW menggunakan ArcGIS mengidentifikasi bahwa zona tekanan rendah umumnya berada di wilayah dengan elevasi tinggi, jauh dari pipa induk, atau di ujung jaringan. Sebaliknya, zona tekanan tinggi terbentuk di area elevasi rendah atau pada jalur pipa primer. Secara keseluruhan, 48% dari total titik pengukuran tidak memenuhi standar minimum tekanan 1 bar, dan 7% titik tercatat melebihi batas aman 6 bar.
Copyrights © 2025