Rendahnya kemampuan literasi sains siswa sekolah dasar di Indonesia masih menjadi tantangan penting dalam upaya membangun pendidikan yang relevan dengan tuntutan abad ke-21. Pembelajaran sains yang masih didominasi metode konvensional membuat siswa kesulitan memahami konsep ilmiah yang abstrak dan kurang terlibat dalam proses berpikir ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis efektivitas penggunaan media pembelajaran tiga dimensi (3D) dalam meningkatkan literasi sains 2) Mengidentifikasi jenis media 3D yang paling efektif untuk siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan yaitu Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA 2020 melalui penelusuran pada enam basis data dengan rentang publikasi 2020–2025. Dari hasil seleksi terdapat 15 studi yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif-tematik. Temuan sintesis menunjukkan bahwa 87% penelitian melaporkan peningkatan signifikan pada literasi sains, dengan kenaikan hasil belajar berkisar antara 25–50% dibandingkan metode konvensional. Media digital seperti Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), dan Magic Card 3D memberikan dampak terbesar pada kemampuan penalaran ilmiah, pemahaman konsep, dan sikap ilmiah siswa. Sementara itu, media fisik seperti diorama, alat peraga, dan pop-up book efektif untuk memperkuat observasi dan eksplorasi berbasis pengalaman konkret. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa media pembelajaran tiga dimensi berperan strategis dalam meningkatkan literasi sains siswa sekolah dasar melalui pembelajaran yang interaktif, visual, dan bermakna.
Copyrights © 2025