Pengelolaan kurikulum secara inovatif di sekolah dasar menjadi kunci peningkatan kualitas pendidikan. SD Labschool UNESA 2 Surabaya sebagai sekolah laboratorium telah mengembangkan manajemen kurikulum yang mengintegrasikan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PBL), kurikulum inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus, pemanfaatan teknologi digital (Chromebook dan Learning Management System), partisipasi aktif komite sekolah, serta manajemen guru yang profesional. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi kelima komponen tersebut dalam manajemen kurikulum inovatif di SD Labschool UNESA 2. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, siswa, komite sekolah dan direktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL diterapkan melalui proyek kreatif yang meningkatkan keterlibatan dan kompetensi siswa. Implementasu kurikulum inklusif melalui pendampingan Guru Pendamping Khusus siswa ABK sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam pembelajaran. Integrasi teknologi ditandai oleh penggunaan Chromebook dan LMS yang mendukung pembelajaran interaktif serta memudahkan pemantauan oleh guru dan orang tua. Komite sekolah berperan aktif sebagai mitra kolaboratif dalam perencanaan dan evaluasi kurikulum. Manajemen guru dilaksanakan melalui rekrutmen guru berkualitas, pengembangan kompetensi berkelanjutan, serta evaluasi rutin (rapat koordinasi mingguan dan pemantauan kinerja). Manajemen kurikulum inovatif di SD Labschool UNESA 2 Surabaya berjalan efektif dan berkontribusi positif terhadap peningkatan mutu pembelajaran melalui sinergi kelima aspek tersebut.
Copyrights © 2025