Penelitian ini mengkaji dinamika penggunaan ChatGPT dalam kalangan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Khairun dengan pendekatan filsafat klasik. Menggunakan metode campuran eksplanatori sekuensial, data dikumpulkan melalui survei terhadap 112 mahasiswa dan wawancara mendalam terhadap 15 partisipan terpilih. Temuan kuantitatif menunjukkan 84,8% mahasiswa menggunakan ChatGPT secara rutin, terutama untuk penyusunan RPP (76,8%) dan tugas filosofis (62,5%). Analisis kualitatif mengungkap tiga pola utama: (1) reduksi dialog maieutik Socrates menjadi transaksi teknis, (2) penguatan ilusi pengetahuan dalam kerangka alegori gua Plato, dan (3) penghambatan perkembangan phronesis (kebijaksanaan praktis) Aristotelian. Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan negatif signifikan antara intensitas penggunaan ChatGPT dan kualitas dialog pedagogis (r = -0,672, p < 0,01). Artikel ini menyimpulkan bahwa integrasi AI dalam pendidikan guru memerlukan model "jalan tengah" (mesotes) Aristotelian yang mempertahankan esensi dialogis pendidikan. Rekomendasi mencakup pengembangan kurikulum filosofis-teknologis dan pedoman etis penggunaan AI yang kontekstual bagi LPTK di Indonesia Timur khususnya di Maluku Utara.
Copyrights © 2025