Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk ajar berupa modul penulisan pentigraf berbasis kuliner lokal untuk melestarikan warisan budaya tak benda. Pentigraf, sebagai genre sastra kontemporer yang ringkas namun padat makna, memiliki potensi besar untuk mendokumentasikan pengetahuan, memori, dan nilai-nilai kultural yang terkandung dalam kuliner tradisional. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan pendidikan model Borg dan Gall, yang disesuaikan menjadi empat tahapan: penelitian awal dan pengumpulan informasi, pengembangan produk, uji coba produk, dan revisi produk. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Malang pada Semester Ganjil 2025, dengan melibatkan siswa kelas XI.1 sebagai subjek uji coba. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis produk berupa modul dan karya-karya pentigraf yang dihasilkan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul penulisan pentigraf yang dikembangkan efektif meningkatkan kemampuan menulis pentigraf dan meningkatkan kesadaran siswa terhadap warisan budaya tak benda. Melalui proses ini, siswa tidak hanya belajar menulis, tetapi juga menggali cerita, sejarah, dan filosofi di balik makanan tradisional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa produk modul penulisan pentigraf ini efektif untuk mengajarkan literasi sekaligus mempromosikan pelestarian budaya di lingkungan sekolah. Modul ini berfungsi sebagai jembatan antara tradisi lisan dan ekspresi tertulis, bahwa kekayaan kuliner tidak hanya dinikmati sebagai hidangan, tetapi juga sebagai narasi yang terus hidup.
Copyrights © 2026