Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

GENEROSITY IN INDONESIAN LITERATURE: AN IMPLICATION OF CHARACTER EDUCATION Rokhyanto; Umi Salamah; Nurwakhid Mulyono; Endang Sumarti
Journey: Journal of English Language and Pedagogy Vol. 5 No. 2 (2022): Journey: Journal of English Language and Pedagogy
Publisher : UIBU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/journey.v5i2.558

Abstract

The problem in this research is: what are the implications of philanthropic attitudes related to character education in Indonesian literature (novels)?. The aim is to find out the picture of generosity contained in Indonesian literary works related to character education. The benefits of the results of this research are as reading material or additional knowledge in studying and understanding literary works, especially events related to the generosity of figures in Indonesian literature. The method in this study uses a qualitative approach and the data of this research are in the form of words, phrases, sentences, dialogues of characters in Indonesian literary novels. The research data includes: items of philanthropy theory and character education as well as data sources, namely the text of Indonesian literary novels. The results of this study are expected to be used as an additional basic reference concept for researchers who are interested in further deepening literary research, especially the disciplines of philanthropy and character education. This writing produces kindness to the poor, kindness in prescribing medicine, not being arrogant, caring for abandoned babies, caring for others, helping sick people, helping children whose fathers are in prison.
Konflik Tokoh Dalam Novel Namaku Alam Karya Leila S. Chudori Sebuah Kajian Psikologi Sastra Anastsia Sendang; Rokhyanto; Luly Zahrotul Lutfiya
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 30 No. 5 (2024): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini membahas konflik yang terdapat dalam novel Namaku Alam karya Leila S. Chudori melalui pendekatan psikologi sastra. Fokus utama penelitian adalah mengkaji konflik internal dan eksternal yang dialami oleh tokoh utama, Alam, serta penyebab dan penyelesaian konflik tersebut. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, yang dimana data penelitian berupa kata, frasa, dan kutipan yang relevan dari novel Namaku Alam Karya Leila S. Chudori yang diterbitkan oleh Gramedia (KPG) pada tahun 2023. Teknik pengumpulan datanya melalui tenik membaca, catat, dan menganalisis data dengan memaparkan isi yang terdapat dalam cerita novel Namaku Alam Karya Leila S. Chudori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik internal Alam melibatkan pergulatan batin terkait sejarah keluarganya sebagai keturunan tahanan politik, kesulitan berbicara di depan umum, serta tekanan sosial dari stigma masyarakat terhadap keluarganya. Konflik eksternal mencakup pengalaman traumatis masa lalu, keterbatasan dalam memahami sejarah, serta interaksi sosial yang memicu pertentangan, seperti pertarungan antara sepupunya dengan geng lokal. Penyebab konflik dalam novel ini meliputi perbedaan individu, status sosial, dan tekanan masyarakat terhadap keluarga Alam. Penyelesaian konflik ditunjukkan melalui keputusan-keputusan berat yang diambil oleh Alam, seperti mengorbankan hubungan asmara demi kehormatan keluarga.
Pengembangan Buku Ajar Bahasa Indonesia Kontektstual Dengan Pendekatan Deep Learning Umi Salamah; Rokhyanto
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2021

Abstract

Pembelajaran bahasa Indonesia sering dihadapkan pada tantangan kurangnya relevansi materi dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga kurang bermakna bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar kontekstual sesuai dengan kebutuhan siswa. Integrasi pendekatan kontekstual dan pembelajaran mendalam diharapkan dapat mengoptimalkan proses pembelajaran melalui personalisasi dan adaptasi materi yang bermakna bagi siswa. Metode penelitian ini menggunakan model Penelitian dan Pengembangan (R&D) Borg-Gall dengan tahapan analisis kebutuhan sampai mengasilkan buku ajar. Subjek penelitian siswa SMP Aisyiah Muhamadiyah 3 Malang. Instrumen pengumpulan data meliputi angket kebutuhan, pedoman wawancara, lembar validasi, dan tes. Hasil penelitian menghasilkan buku ajar interaktif yang relevan dengan pengalaman dan kebutuhan. Hasil validasi oleh ahli bahasa sebesar 98%; oleh ahli pembelajaran 98%; dan oleh ahli penilaian 98%. Penilaian oleh responden sekolah mitra pada tahap one-to-one adalah 99,8%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa inovasi buku ini memiliki relevansi, efektivitas, dan kebermaknaan dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Pengembangan buku ajar ini diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap inovasi pembelajaran bahasa Indonesia di jenjang SMP
Menulis Pentigraf Menggunakan Kekayaan Kuliner Lokal untuk Melestarikan Warisan Budaya Tak Benda Umi Salamah; Rokhyanto
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i1.2864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk ajar berupa modul penulisan pentigraf berbasis kuliner lokal untuk melestarikan warisan budaya tak benda. Pentigraf, sebagai genre sastra kontemporer yang ringkas namun padat makna, memiliki potensi besar untuk mendokumentasikan pengetahuan, memori, dan nilai-nilai kultural yang terkandung dalam kuliner tradisional. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan pendidikan model Borg dan Gall, yang disesuaikan menjadi empat tahapan: penelitian awal dan pengumpulan informasi, pengembangan produk, uji coba produk, dan revisi produk. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Malang pada Semester Ganjil 2025, dengan melibatkan siswa kelas XI.1 sebagai subjek uji coba. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis produk berupa modul dan karya-karya pentigraf yang dihasilkan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul penulisan pentigraf yang dikembangkan efektif meningkatkan kemampuan menulis pentigraf dan meningkatkan kesadaran siswa terhadap warisan budaya tak benda. Melalui proses ini, siswa tidak hanya belajar menulis, tetapi juga menggali cerita, sejarah, dan filosofi di balik makanan tradisional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa produk modul penulisan pentigraf ini efektif untuk mengajarkan literasi sekaligus mempromosikan pelestarian budaya di lingkungan sekolah. Modul ini berfungsi sebagai jembatan antara tradisi lisan dan ekspresi tertulis, bahwa kekayaan kuliner tidak hanya dinikmati sebagai hidangan, tetapi juga sebagai narasi yang terus hidup.
Menulis Karangan Argumentasi Dalam Pembelajaran Model Jigsaw-Elliot Aronson di SMK Multimedia Tumpang Rokhyanto; Umi Salamah; Nurwakhid Muliyono
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i1.3012

Abstract

This research was motivated by the need to improve the argumentative writing skills of students at SMK Multimedia Tumpang. Writing is an activity that requires active and creative thinking. A model that can foster this activity and creativity is the jigsaw cooperative learning method. The jigsaw technique emphasizes collaboration, focusing on learning in small groups of four to six students, whose members are selected heterogeneously. Students work together in a positive, interdependent manner and assume independent responsibility. The method used in this research was a quasi-experimental method, with a trial of the jigsaw cooperative learning method in teaching paragraph writing for argumentative essays. The results of the study demonstrate that the jigsaw learning model is effective in teaching argumentative essay writing. This model can also improve the argumentative writing skills of SMK Multimedia Tumpang students.
Intelegensi Para Tokoh Dalam Novel Sastra Indonesia: Sebuah Pendekatan Atribut Personal (Soft Skill) Rokhyanto; Umi Salamah; Endang Setyowati; Lis Susilawati
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 1 (2022): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v5i1.1203

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini, yakni: bagaimanakah relasi tokoh dalam novel sastra Indonesia melalui pendekatan atributpersonal?; Bagaimanakah bentuk intelegensi yang dilakukan para tokoh dalam novel sastra Indonesia berkaitan denganpendekatan soft skill (atribut personal)? Bagaimanakah jabaran apa terwujud dari para tokoh dalam novel sastra Indonesia berkaitan dengan pendekatan soft skill? melalui pendekatan atribut personal?; bagaimanakah jabaran secara rinci konsepilmu tersebut dalam novel sastra Indonesia. Tujuan kajian ini ingin mengkaji secara rinci; relasitokoh dalam novel sastra Indonesia melalui pendekatan atribut personal; ingin mengetahui secara detail permasalahan yang ada, dan ingin mengetahui jabaran secara rinci. Manfaat dari hasil kajian ini sebagai bahan bacaan atau tambahan pengetahuandalam menelaah dan memahami karya sastra. Metode dalam kajian ini menggunakan kualitatif, data penelitian berupa kata- kata, frase, kalimat, di dialog para tokoh dalam cerita novel sastra Indonesia dan sumber data yakni teks dalam novel berjumlahdelapan buku. Teknik ini digunakan dalam prosedur pengumpulan data yang dilakukan untuk memperoleh data. Hasil kajian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai landasan tambahan konsep rujukan bagi peneliti yang tertarik untuk lebih mendalami tentang sastra terutama disiplin ilmu psikologi. Tulisan ini menghasilkan sosok tokoh yang peduli kepada kaum miskin, seorang Kiai yang selalu sabar dan tidak mempunyai raup muka yang sedih, Romo yang pedulian kepada masyarakat miskin, gambaran perempuan yang jahat kepada majikan, perselingkuhan perempuan yang sudah bersuami, sosok ibu yang kurang bertanggung jawab, suami-istri yang berceraiberai karena nafsu angkara-murka, seorang anak yang kurang balas budi, dan seorang ibu yang tidak jujur.
Ketidaklaziman dalam Novel Tarian Dua Wajah Karya S. Prasetyo Utomo: Sebuah Kajian Religiusitas Rokhyanto
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 1 (2019): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v2i1.1238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai spiritualitas dari novel Tarian Dua Wajah karya S. Prasetyo Utomo. Novel ini memuat tentang kisah seorang anak manusia yang dilhirkan, tetapi diasuh oleh pamannya, tetapi istri kakak dari ayahnya sungguh menyiksa, sehingga mulai menginjak dewasa dia mencari guru spiritual agar bisa menjadi orang yang berguna. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yakni teks novel dengan judul Tarian Dua Wajah yang ditulis oleh S. Prasetyo Utomo. Identitas sumber data ialah judul novel Tarian Dua Wajah, pengarang S. Prasetyo Utomo, jumlah halaman 258, penerbit PT Pustaka Alvabet Tangerang Selatan, Cetakan 1 Juni 2016. Setelah semua data terkumpul, maka dianalisis menggunakan analisis data yang terdiri dari (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tokoh dilukiskan sebagai pribadi yang teguh pendirian, agamis, pendiam, dan memegang teguh agamanya Allah.
Makna Kode Semik dan Simbolik (Semiotik Roland Barthes) dalam Novel Aroma Karsa Karya Dee Lestari Rokhyanto
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 2 (2019): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v2i2.1243

Abstract

Permasalahan yang terdapat dalam tulisan ini kemudian dirumuskan sebagai berikut: kode semiotik apa sajakah yang terdapat dalam novel Aroma Karsa karya Dee Lestari? dan bagaimanakah makna kode semiotik yang terdapat dalam novel Aroma Karsa karya Dee Lestari? Tujuannya ingin mengkaji secara rinci beberapa kode yang terdapat dalam novel Aroma Karsa karya Dee Lestari, dan ingin memahami fungsi makna yang terdapat dalam mitos secara rinci dari kejadian dalam novel Aroma Karsa karya Dee Lestari.Sumber tulisan ini yakni: novel Aroma Karsa, sedangkan teknik pengumpulan data check-list dan instrument pemandu penjaringan data yang sudah diberi nama. Adapun analisis data bersifat kualitatif, yang reduksinya mengikuti meringkas novel, memberi tanda, dan pengelompokkan data. Hasil tulisan ini tentang kode gnomik ini berkaitan dengan mitos tentang suatu Desa Dwarapala yang menghuni di Alas Kalingga. Para penghuni masih percaya keturunan Mahesa Guning. Hidup bersandar pada Dewa dan kekuatan ghaib. Anung dan Suma salah satu penduduk Alas Kalingga. Delusi ialah kesalahpahaman terhadap suatu hal berupa keyakinan yang dipegang secara kuat namun tidak akurat yang terus ada walaupun bukti menunjukkan hal tersebut tidak memiliki dasar dalam realitas. Sejak kecil Suma sudah mengalami masalah dengan daya penciuman, makanya ia tidak seperti anak yang lain bebas ke mana-mana. Karena sudah tidak punya pilihan lain. Setelah dibuat data secara sederhana di bagi menjadi tiga bagian. Kernel 1: 1, 2 mengandung cerita yang normal, Kernel 2: 51, 52, 53, 54 mengalami sorot balik dan Kernel 3: 3—50 dan 55--61 kernel mengalami kenormaan lalu klimaks dan penyelesaian. Pada tahap rangsangan ada pada Kernel 7—42, sedangkan gawatan kernel 43--47: Selanjutnya, tikaian kernel 48 dan Rumitan Kernel 49, 50. Klimaks, terdapat kernel 55, 56, 57, 58, sedangkan Leraian Terdapat pada kernel 59 dan 60. Penyelesaian terdapat pada kernel 61, Saat itu Suma sedang mengadakan pameran parfum Puspa Ananta dan Puspa Kangga ditawarkan kepada masyarakat. Suma sedang mengadakan pameran parfum di Malll Atrium. Suma mendapat perhatian cantik, supel, mempesona, sehingga banyak fotografer mengambil gambar.
Pendekatan Monodisipliner: Sosok Tokoh dalam Pemahaman Novel Sastra Indonesia Rokhyanto; Umi Salamah; Nurwakhid M
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 4 No. 2 (2021): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v4i2.1322

Abstract

Novel Sastra Indonesia ini berisi berbagai macam peristiwa kejadian, seperti layaknya kejadian manusia sungguhan yang hidup di dunia baik bersifat fiksi belaka maupun realitas. Setiap karya sastra yang baik, selalu mengemban pesan etis dan moral, sehingga sastra yang baik selalu menyuarakan himbauan etis, moral, dan penuh dengan amanah. Permasalahan dalam tulisan ini, yakni: bagaimanakah sosok tokoh dalam novel sastra Indonesia?; apa saja permasalahan yang ada dalam sosok tokoh pada novel sastra Indonesia?; (3) bagaimanakah jabaran secara rinci dari kedua permasalahan dalam novel sastra Indonesia?. Tujuan tulisan ini yakni: ingin mengkaji secara rinci ingin mengkaji secara rinci sosok tokoh dalam novel sastra Indonesia dan ingin mengetahui secara detail permasalahan yang ada dalam sosok tokoh serta ingin mengetahui jabaran secara rinci menurut kedua permasalahan dalam novel sastra Indonesia. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang datanya berupa kata-kata, frase, kalimat, di dialog para tokoh dalam cerita novel sastra Indonesia. Teknik pengumpulan data dalam tulisan ini yakni: analisis teks yang berupa paparan bahasa dalam novel. Hasil tulisan ini menghasilkan tokoh yang peduli kepada kaum miskin, seorang Kiai yang selalu sabar dan tidak mempunyai raup muka yang sedih. Sosok ibu yang kurang bertanggung jawab, suami-istri yang berceraiberai karena nafsu angkara- murka, seorang anak yang kurang balas budi, dan seorang ibu yang tidak jujur.
Dekonstruksi Identitas Michel Foucault dalam Panggung Digital Kontemporer pada Film Budi Pekerti Umi Salamah; Rokhyanto
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i1.3488

Abstract

This study examines the phenomenon of personal identity deconstruction in cyberspace through the lens of Michel Foucault's theory of deconstruction, with the object of study being the film Budi Pekerti by Wregas Bhanuteja. In the contemporary digital landscape, identity is no longer fully controlled by the subject, but is instead reconstructed by virtual mass surveillance mechanisms. Using a descriptive qualitative method with a critical discourse analysis approach, this study dissects how the character Bu Prani experiences bodily discipline and character assassination due to the virality of a video on social media. The results show that the digital stage acts as a modern panopticon, where netizens transform into collective surveillance agents who produce a one-sided discourse of truth. Bu Prani's traditional moral authority as a teacher is deconstructed and renormalized by digital social sanctions (cancel culture). Through Wregas' visual narrative, this film represents how digital technology is not merely a medium of communication, but an apparatus of power (dispositif) that re-engineers human obedience and identity. This study concludes that in the contemporary digital stage, personal identity is fluid and fragile. It is constantly deconstructed by cyber power relations that blur the boundaries between private and public space and create modern forms of punishment that alienate subjects from their reality.