Reformasi birokrasi adalah agenda vital untuk mewujudkan good governance dan pelayanan publik berkualitas. Di Indonesia, Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025 bertujuan menciptakan birokrasi kelas dunia yang bersih, akuntabel, dan melayani. Namun, implementasinya masih dihadapkan pada berbagai tantangan, terutama praktik korupsi dan inefisiensi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisis implementasi RB di Pemerintah Kota Batu, yang secara formal menunjukkan peningkatan skor RB dan inovasi digital, namun secara substantif masih menghadapi gap besar. Temuan penelitian, capaian administratif yang impresif kontras dengan rendahnya integritas, akuntabilitas, dan efektivitas manajemen SDM di lapangan. Faktor penghambat meliputi ego sektoral, koordinasi lemah, resistensi budaya, dan intervensi politik. Penelitian ini merekomendasikan pergeseran paradigma evaluasi RB dari kepatuhan prosedural menuju transformasi substantif, dengan mengusulkan model pengukuran kontekstual yang mengukur budaya kerja, inovasi, dan kepercayaan publik secara holistik.
Copyrights © 2025