Pertumbuhan penduduk yang tidak seimbang antara negara maju dan berkembang menjadi tantangan global yang memengaruhi pembangunan berkelanjutan. Jepang mengalami penurunan populasi akibat rendahnya tingkat fertilitas dan meningkatnya populasi lanjut usia, sedangkan Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan penduduk yang tinggi dengan dominasi usia produktif. Penelitian tersebut bertujuan untuk meramalkan tren penduduk Jepang dan Indonesia selama 10 tahun kedepan, serta menyusun langkah strategis untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan berdasarkan ramalan tren penduduk Jepang dan Indonesia selama 10 tahun kedepan. Data sekunder terambil dari World Bank Open Data dengan komparasi tiga model tren; linier, kuadratik, dan eksponensial menggunakan kriteria MAPE terkecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model tren linier paling akurat untuk Jepang dengan nilai MAPE sebesar 6,83%, sedangkan model tren kuadratik paling sesuai untuk Indonesia dengan MAPE 2,24%. Ramalan 10 tahun kedepan menunjukkan populasi Jepang menurun menjadi 125 juta jiwa, sementara Indonesia meningkat sebesar 308 juta jiwa pada 2034. Hasil tersebut menegaskan pentingnya langkah strategis dalam menentukan kebijakan seperti kependudukan adaptif untuk menghadapi tantangan demografi dalam pencapaian SDG 2, SDG 3, SDG 4, SDG 5, dan SDG 8.
Copyrights © 2025