Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KLASIFIKASI PERSEPSI PENGGUNA TWITTER TERHADAP TUNTUTAN KERINGANAN PEMBAYARAN UANG KULIAH TUNGGAL (UKT) PADA MASA PANDEMI COVID-19 MENGGUNAKAN K-NEAREST NEIGHBOR Muhammad Riefky; Aliffia Rahma Anandyani
Seminar Nasional Official Statistics Vol 2020 No 1 (2020): Seminar Nasional Official Statistics 2020
Publisher : Politeknik Statistika STIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.807 KB) | DOI: 10.34123/semnasoffstat.v2020i1.443

Abstract

Virus COVID-19 telah menyebar ke seluruh dunia sehingga berdampak terhadap berbagai sektor. Salah satunya adalah sektor pendidikan. Sektor pendidikan di Indonesia menerapkan belajar dari rumah yang mengakibatkan dunia pendidikan belum sepenuhnya kembali sehingga tak lepas dari permasalahan biaya UKT yang masih berjalan ditambah dengan biaya kuota internet yang mahal untuk kuliah online. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan hasil ketepatan klasifikasi persepsi pengguna twitter terhadap tuntutan keringanan pembayaran UKT pada masa pandemi COVID-19 menggunakan k-nearest neighbor. Data yang digunakan pada penelitian ini berasal dari data pengguna media sosial Twitter yang sering menggunakan hashtag “Mendikbud dicari Mahasiswa” yang sudah dilakukan data filtering dan cleansing sebesar 2768 tweets dengan partisi data sebanyak 70% untuk data training dan 30% untuk data testing. Kesimpulan yang dapat dikemukakan pada penelitian ini adalah netizen twitter memiliki persepsi negatif tentang tuntutan keringanan pembayaran UKT pada masa pandemi COVID-19. Netizen twitter yang berpendapat tentang tuntutan keringanan pembayaran UKT pada masa pandemi COVID-19 lebih banyak menggunakan kata “mendikbuddicarimahasiswa”, “kampus” dan “ukt” dalam satu kali tweet. Nilai k (kelompok) sebanyak 2 merupakan nilai k yang optimum dengan nilai akurasi sebesar 83,25%.
Analisis Cluster Hierarki Pada Tingkat Kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara tahun 2023 Bagus Candra Setiawan; Arum Nilawati; Rahmad Ferdian; Raihan Aditya Saputra; Yemima Putri Santoso; Muhammad Riefky
LogicLink Vol. 2 No. 1, Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/logiclink.v2i1.10762

Abstract

Poverty is one of the problems that is still a priority in social and economic development in Indonesia. In 2023, North Sumatra Province had a poverty rate of 8.15% with a total of 1,239.71 thousand poor people. The condition of poverty by district/city in North Sumatra Province is very diverse. The purpose of this study is to group districts/cities in North Sumatra Province in 2023 based on poverty rate indicators using hierarchical clusters. The data used in this study is secondary data with four poverty variables from 33 districts/cities in the North Sumatra Province in 2023. The results of the analysis contained 3 clusters with the number of members in clusters 1, 2, and 3. Suggestions for the North Sumatra Provincial Government need to formulate adaptive and specific policies based on the characteristics of each regional cluster prioritizing high poverty problem areas through strengthening access to education, health, and productive economic development. In addition, intensive cooperation between regions within the same cluster should be developed to support information exchange, joint empowerment programs, and local economic development synergies to improve the effectiveness of interventions and the welfare of the community in a sustainable manner.