Masa dewasa awal merupakan masa penyesuaian diri terhadap lingkungan, dimana individu dewasa awal banyak dituntut untuk melakukan segala sesuatu secara mandiri sehingga individu yang dibesarkan dengan pola asuh yang terlalu mengontrol dapat menyebabkan masalah pada diri individu seperti kritik kepada diri sendiri. Pola asuh otoriter yang terlalu mengontrol dan memberikan hukuman jika individu tidak mematuhi aturan dapat menimbulkan kritik diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter dengan kritik diri pada dewasa awal di Pekanbaru. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu individu dewasa awal yang berusia 20-24 tahun dan diasuh oleh kedua orang tua dengan jumlah responden sebanyak 385 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan non-probability sampling yaitu purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari skala FSCRS (Form of self criticism reassuring self) dan skala pola asuh otoriter. Hasil analisis pada penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pola asuh otoriter dengan kritik diri pada dewasa awal di Pekanbaru dengan nilai korelasi sebesar 0,283 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05). Artinya, semakin tinggi pola asuh otoriter maka semakin tinggi pula kritik diri, begitu juga sebaliknya, semakin sedikit pola asuh otoriter yang diterima, maka semakin rendah kritik diri. Penelitian ini berimplikasi pada pengembangan program pengasuhan yang diberikan kepada orangtua sebagai pencegahan berkembangnya masalah psikologis pada anak
Copyrights © 2025