Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PSIKOEDUKASI: STRATEGI PELAYANAN PRIMA PADA GURU TK ISLAM NURIA PEKANBARU RIAU Rachmayati Eka Safitri; Ersaliya Arezah; Ayyi Husbani
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 10: Maret 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i10.9890

Abstract

Guru berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, namun masih terdapat kendala dalam komunikasi, pengelolaan emosi, dan penerapan pelayanan prima di TK Islam Nuria Pekanbaru. Minimnya pemahaman terhadap konsep ini dapat memengaruhi kepuasan siswa dan orang tua dalam proses pembelajaran. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan membekali guru dengan strategi pelayanan prima berbasis psikoedukasi guna meningkatkan keterampilan komunikasi, pengelolaan emosi, dan interaksi yang efektif. Metode yang digunakan berupa psikoedukasi melalui seminar, diskusi interaktif dan role-playing untuk mengasah keterampilan dalam berkomunikasi dan memberikan layanan prima. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran dan keterampilan guru dalam menerapkan pelayanan prima, yang tercermin dari respons positif peserta serta meningkatnya kepuasan dalam interaksi guru dengan siswa dan orang tua. Pengabdian kepada Masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
POLA ASUH OTORITER DAN KRITIK DIRI PADA DEWASA AWAL Duwi Ayu Puspita; Amita, Nindy; Rachmayati Eka Safitri
AN-NAFS Vol. 19 No. 2 (2025): AN-NAFS: Jurnal Fakultas Psikologi
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/annafs.2025.vol19(2).24661

Abstract

Masa dewasa awal merupakan masa penyesuaian diri terhadap lingkungan, dimana individu dewasa awal banyak dituntut untuk melakukan segala sesuatu secara mandiri sehingga individu yang dibesarkan dengan pola asuh yang terlalu mengontrol dapat menyebabkan masalah pada diri individu seperti kritik kepada diri sendiri. Pola asuh otoriter yang terlalu mengontrol dan memberikan hukuman jika individu tidak mematuhi aturan dapat menimbulkan kritik diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh otoriter dengan kritik diri pada dewasa awal di Pekanbaru. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu individu dewasa awal yang berusia 20-24 tahun dan diasuh oleh kedua orang tua dengan jumlah responden sebanyak 385 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan non-probability sampling yaitu purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari skala FSCRS (Form of self criticism reassuring self) dan skala pola asuh otoriter. Hasil analisis pada penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pola asuh otoriter dengan kritik diri pada dewasa awal di Pekanbaru dengan nilai korelasi sebesar 0,283 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05). Artinya, semakin tinggi pola asuh otoriter maka semakin tinggi pula kritik diri, begitu juga sebaliknya, semakin sedikit pola asuh otoriter yang diterima, maka semakin rendah kritik diri. Penelitian ini berimplikasi pada pengembangan program pengasuhan yang diberikan kepada orangtua sebagai pencegahan berkembangnya masalah psikologis pada anak