Jurnal Ilmiah Pamenang (JIP)
Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)

HUBUNGAN LINGKAR KEPALA DENGAN TINGKAT KECERDASAN INTELEKTUAL PADA ANAK SD: THE RELATIONSHIP OF HEAD CIRCUMFERENCE AND THE LEVEL OF INTELLECTUAL INTELLIGENCE IN ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN

lasman, lasman (Unknown)
suharyoto, suharyoto (Unknown)
Rohmawati, Indah (Unknown)
Putra, Chatur Khornia Adi (Unknown)



Article Info

Publish Date
17 Dec 2025

Abstract

Abstrak   Kecerdasan intelektual (IQ) merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang anak karena berkaitan erat dengan kemampuan berpikir, memecahkan masalah, dan belajar. Salah satu indikator yang sering digunakan untuk menilai perkembangan otak secara tidak langsung adalah lingkar kepala, karena mencerminkan volume intrakranial. Data dari Lynn menunjukkan bahwa rata-rata IQ anak-anak di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, tergolong rendah. Hal ini menjadi perhatian khusus dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lingkar kepala dengan tingkat kecerdasan intelektual (IQ) pada anak usia 6–8 tahun. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dilaksanakan di SDN 1 Jarakan, Tulungagung pada tanggal 3–4 Maret 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa usia 6–8 tahun dengan jumlah sampel 20 anak, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah lingkar kepala, sedangkan variabel dependen adalah tingkat kecerdasan intelektual (IQ). Data dikumpulkan menggunakan lembar kuesioner dan pengukuran langsung lingkar kepala menggunakan pita ukur (midline). Kategori lingkar kepala diklasifikasikan menjadi mikro (≤48 cm), normal (48,1–52 cm), dan makrosefali (≥52,1 cm). Sedangkan tingkat IQ diklasifikasikan menjadi: sangat cerdas (≥130), di atas rata-rata (120–129), rata-rata (90–119), di bawah rata-rata (80–89), lambat belajar (70–79), dan retardasi mental (<70). Data berskala ordinal dianalisis menggunakan uji Korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,000 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara lingkar kepala dengan tingkat kecerdasan intelektual anak. Berdasarkan temuan ini, peneliti merekomendasikan agar pengukuran lingkar kepala dimasukkan sebagai bagian dari skrining tumbuh kembang anak di sekolah dasar untuk mendeteksi potensi gangguan perkembangan kognitif sejak dini, serta perlunya intervensi dini dan edukasi kepada orang tua dan guru dalam memantau perkembangan anak secara holistik.   Abstract   Intellectual intelligence (IQ) is a crucial aspect of a child’s growth and development, as it relates to their ability to think, solve problems, and learn. One of the indirect indicators used to assess brain development is head circumference, which reflects intracranial volume. Data from Lynn shows that children in Southeast Asia, including Indonesia, have relatively low average IQ scores. This raises concern regarding the quality of human resources from an early age. This study aims to determine the relationship between head circumference and intellectual intelligence (IQ) in children aged 6–8 years. This is a quantitative study with a cross-sectional design, conducted at SDN 1 Jarakan, Tulungagung, from March 3 to March 4, 2024. The population consisted of all children aged 6–8 years, with a sample of 20 children selected using purposive sampling. The independent variable was head circumference, and the dependent variable was intellectual intelligence (IQ). Data were collected using a questionnaire and direct head circumference measurement using a measuring tape (midline). Head circumference was categorized into microcephaly (≤48 cm), normal (48.1–52 cm), and macrocephaly (≥52.1 cm). IQ levels were categorized as very superior (≥130), superior (120–129), average (90–119), below average (80–89), borderline (70–79), and intellectually disabled (<70). The data, measured on an ordinal scale, were analyzed using the Spearman Rho. The results showed a significance value of p = 0.000, indicating a significant relationship between head circumference and intellectual intelligence in children. Based on these findings, it is recommended that head circumference measurement be included as part of developmental screening in elementary schools to identify potential cognitive developmental delays early. Early interventions and education for parents and teachers are essential to monitor and support children's holistic development.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jip

Publisher

Subject

Health Professions Nursing Public Health

Description

Jurnal Ilmiah Pamenang merupakan publikasi ilmiah enam bulanan yang diterbitkan oleh STIKES PAMENANG Kediri. Jurnal Ilmiah Pamenang menyajikan informasi dan kajian ilmiah hasil penelitian maupun non penelitian pada lingkup keperawatan, kebidanan, administrasi kesehatan dan issu-issu terkini terkait ...