Dalam penanganan tuberkulosis, kepatuhan pasien dalam mengikuti seluruh petunjuk pengobatan memegang peranan yang sangat penting. Ketidakpatuhan dalam mengonsumsi obat anti-TB sesuai resep dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi obat serta memperbesar peluang penularan kepada orang lain. Penelitian ini bertujuan menjawab pertanyaan: “Bagaimana hubungan dukungan keluarga dan keterlibatan tenaga kesehatan Dinkes Kabupaten Tapin terhadap kepatuhan pasien tuberkulosis dalam mengonsumsi obat sesuai resep?”. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dan pendekatan potong lintang. Sebanyak 63 partisipan yang sedang menjalani pengobatan TBC diikutsertakan, menggunakan metode total sampling. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan uji Chi-square bivariat yang dipadukan dengan analisis univariat. Survei menemukan bahwa 82,5% responden patuh menjalani pengobatan, sedangkan 17,5% tidak patuh. Selain itu, 85,7% responden memperoleh dukungan keluarga yang kuat dan 92,1% memiliki persepsi positif terhadap keterlibatan tenaga kesehatan. Dari Analisis statistik menunjukkan adanya korelasi antara dukungan keluarga (nilai P = 0,000) dan keterlibatan tenaga kesehatan (nilai P = 0,003) dengan kepatuhan pengobatan pasien TBC. Temuan ini menegaskan pentingnya peran pengawas minum obat serta petugas kesehatan yang melakukan kunjungan rumah pada pasien yang terindikasi berhenti berobat. Upaya komunikasi dengan keluarga pasien perlu ditingkatkan agar mereka dapat lebih berperan aktif dalam mendukung keberhasilan pengobatan tuberkulosis.
Copyrights © 2025