Pendidikan Abad ke-21 menuntut adanya integrasi teknologi untuk menciptakan proses pembelajaran yang interaktif dan meningkatkan literasi digital peserta didik. Namun, banyak guru SD di Lamongan masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan dan memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi, seperti Quick Response(QR) Code. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam merancang dan mengintegrasikan media pembelajaran berbasis QR Code sebagai upaya peningkatan efektivitas belajar. Kegiatan pengabdian dilaksanakan mulai 17–19 September 2025 di Aula Universitas PGRI Adi Buana PSDKU Lamongan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan empat tahapan utama: Perencanaan (Planning), Tindakan (Action), Observasi (Observation), dan Refleksi (Reflection). Tahap perencanaan mengidentifikasi bahwa guru memerlukan pelatihan praktis untuk mengatasi keterbatasan keterampilan teknis dan adopsi media digital. Tahap tindakan berupa pelaksanaan pelatihan praktik pembuatan dan pengintegrasian QR Code ke dalam bahan ajar. Hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterlibatan peserta dan keterampilan teknis, di mana seluruh peserta berhasil menghasilkan rancangan bahan ajar berbasis QR Code. Tahap refleksi mengindikasikan bahwa guru merasa lebih percaya diri dan termotivasi untuk menggunakan media QR Code karena dinilai praktis dan mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, sehingga diharapkan dapat meningkatkan efektivitas belajar. Disimpulkan bahwa pelatihan berbasis PAR efektif dalam memperkuat kapasitas literasi digital guru.
Copyrights © 2026