Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Gaya Belajar dan Implikasinya Terhadap Kemampuan Berfikir Kritis Mahasiswa Abd Ghofur; Durrotun Nafisah; Ninies Eryadini
Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Vol. 1 No. 2 (2016): Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi
Publisher : Islamic Psychology Department, Dakwah Faculty of Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/psi.v1i2.285

Abstract

This article examines concept of learning styles and the effect on students' critical thinking ability. According to United Nations (UN) critical thinking skills (critical thinking skills) is characteristic of the current era of globalization of society, namely the knowledge society (knowledge-based scoeity). But critical thinking is considered by most students is difficult, moreover, the lesson is still centered on the lecturer (Teacher Centered Learning) so that students are difficult to express ideas. So that students' critical thinking skills are still low. Learning style is considered to be a means to develop critical thinking abilities. It is based on the results of the study Nurbaeti, et al (2015) There is a positive relationship between learning style with critical thinking skills. Based on these descriptions, the necessary efforts to develop students' critical thinking skills by observing the learning style of each individual. Achievement of critical thinking skills of students affected by many factors, one of which is learning style. In addition to the use of appropriate teaching methods, learning styles also a motivating factor to achieve critical thinking skills. Because the student's learning style has a close connection with the achievement of the average value of critical thinking skills and cognitive abilities of learners
PSIKOLOGI BELAJAR DALAM PENERAPAN DISTANCE LEARNING Ninies Eryadini; Durrotun Nafisah; Ahmad Sidi
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2020): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.901 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v3i3.2002

Abstract

Pandemi Covid-19 mempengaruhi dunia pendidikan, dimana proses belajar mengajar dilakukan secara distance learning (pembelajaran jarak jauh). Hal ini dilakukan dengan tujuan menekan laju penyebaran virus corona sesuai kebijakan pemerintah untuk bekerja di rumah, belajar dari rumah, dan beribadah dirumah. Salah satu media pembelajaran jarak jauh adalah internet, dimana banyak peserta didik yang belum mampu menyaring hal baik dan buruk dari internet. Tujuan pengabdian masyarakat disini adalah memberikan penguatan kecerdasan emosional dalam pembelajaran jarak jauh dan Distance Learning Dalam Menjawab Tantangan Generasi Z. Pengabdian masyarakat disesuaikan dengan kebutuhan guru dan orang tua dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh (daring). Untuk guru diharapkan mampu mengembangkan pembelajaran daring yang efektif dan untuk orang tua diharapkan dapat menjadi pendamping proses belajar peserta didik. Hasil pengabdian masyarakat adalah mengubah mindset atau paradigm guru agar memasukkan unsur-unsur kecerdasan emosional dalam menyampaikan materi dalam proses pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran jarak jauh membutuhkan banyak proses penyesuaian sehingga salah satu faktor yang berpengaruh kuat terhadap penyesuain peserta didik adalah kecerdasan emosional. Oleh sebab itu dalam pembelajaran guru harus memasukkan kebiasaan-kebiasaan positif untuk melatih dan meningkatkan kecerdasan emosional peserta didik. Guru dipaksa untuk menjalankan metode pembelajaran baru sesuai dengan kondisi new normal.
Hypnoparenting: Pola Asuh Anak Dan Remaja Di Era Digital Ninies Eryadini; Yayuk Chayatun Machsunah; Ety Youhanita
Gudang Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): GJPM - Juli s/d Desember
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjpm.v2i2.720

Abstract

Peran orang tua sangat penting dalam membimbing anak dan remaja di era digital ini. Era digital tidak mungkin dihindari sehingga penting bagi orang tua untuk beradaptasi. Orang tua harus menerapkan pola asuh anak dan remaja yang tepat agar terhindar dari permasalahan dan konflik. Penyuluhan mengenai hypnoparenting dan pola asuh anak dan remaja di era digital (PAAREDI) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta terhadap pentingnya pola asuh yang tepat sehingga dapat menjadi support system bagi keluarga. Penyuluhan ini diadakan di desa Plosowahyu hasil kerjasama Tim Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Adi Buana dengan Pemerintahan Desa Plosowahyu Kecamatan Lamongan. Penyuluhan dilaksanakan secara klasikal tatap muka, dengan metode ceramah, diskusi dan demonstrasi hypnoparenting. Dengan demikian peserta tidak hanya memperoleh teori pengasuhan anak, akan tetapi juga pengalaman langsung mengenai hypnoparenting. Peserta merespon positif dan antusias mengikuti kegiatan, Diharapkan setelah mengikuti penyuluhan ini peserta dapat menerapkan pola asuh yang tepat bagi keluarganya serta menyebarluaskan informasi penting ini kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing
PELATIHAN PENGEMBANGAN DAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS QR CODE BAGI GURU DALAM UPAYA PENINGKATAN EFEKTIVITAS BELAJAR Ety Youhanita; Evi Aulia Rachma; Ratna Nurdiana; Ninies Eryadini
Kanigara Vol 6 No 1 (2026): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/9nfvxh68

Abstract

Pendidikan Abad ke-21 menuntut adanya integrasi teknologi untuk menciptakan proses pembelajaran yang interaktif dan meningkatkan literasi digital peserta didik. Namun, banyak guru SD di Lamongan masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan dan memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi, seperti Quick Response(QR) Code. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam merancang dan mengintegrasikan media pembelajaran berbasis QR Code sebagai upaya peningkatan efektivitas belajar. Kegiatan pengabdian dilaksanakan mulai 17–19 September 2025 di Aula Universitas PGRI Adi Buana PSDKU Lamongan.       Metode yang      digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan empat tahapan utama: Perencanaan (Planning), Tindakan (Action), Observasi (Observation), dan Refleksi (Reflection). Tahap perencanaan mengidentifikasi bahwa guru memerlukan pelatihan praktis untuk mengatasi keterbatasan keterampilan teknis dan adopsi media digital. Tahap tindakan berupa pelaksanaan pelatihan praktik pembuatan dan pengintegrasian QR Code ke dalam bahan ajar. Hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterlibatan peserta dan keterampilan teknis, di mana seluruh peserta berhasil menghasilkan rancangan bahan ajar berbasis QR Code. Tahap refleksi mengindikasikan bahwa guru merasa lebih percaya diri dan termotivasi untuk menggunakan media QR Code karena dinilai praktis dan mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, sehingga diharapkan dapat meningkatkan efektivitas belajar. Disimpulkan bahwa pelatihan berbasis PAR efektif dalam memperkuat kapasitas literasi digital guru.