Penilaian pembelajaran di sekolah dasar masih didominasi oleh aspek kognitif, sementara penilaian aspek psikomotorik belum diterapkan secara optimal pada pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP). Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan karakteristik penilaian psikomotorik yang digunakan dalam pembelajaran SBdP sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Seluruh data dianalisis melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik penilaian psikomotorik dalam pembelajaran SBdP sekolah dasar masih berfokus pada hasil akhir karya, sementara proses keterampilan belum dinilai optimal. Ditinjau dari jenis instrumennya, penilaian psikomotorik SBdP menggunakan bentuk tes dan nontes. Namun pelaksanaannya masih bertumpu pada pengamatan langsung serta pencatatan sederhana, tanpa dilengkapi rubrik penilaian, lembar observasi, maupun skala penilaian yang terstruktur. Kendala utama meliputi keterbatasan waktu, kapabilitas guru, serta kurangnya pemahaman dalam penyusunan instrumen yang valid dan reliabel. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan rubrik, lembar observasi, dan skala penilaian agar penilaian psikomotorik lebih objektif, sistematis, dan autentik.
Copyrights © 2025