Abstrak: Pendidikan vokasi dituntut untuk menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, khususnya pada bidang jasa boga. Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan salah satu bentuk pembelajaran berbasis kerja yang bertujuan menjembatani kompetensi yang diperoleh di perguruan tinggi dengan praktik kerja di industri. Namun, keteraplikasian keterampilan mahasiswa selama PKL belum tentu mencerminkan keseluruhan kompetensi yang dirancang dalam kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan keterampilan mahasiswa Program Studi D3 Tata Boga Universitas Negeri Jakarta berdasarkan hasil pelaksanaan PKL. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian terdiri atas 37 mahasiswa D3 Tata Boga angkatan 2018 yang telah melaksanakan PKL. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berjumlah 28 butir pernyataan yang mewakili delapan indikator keterampilan, kemudian dianalisis menggunakan teknik persentase dan pemetaan kategori keterampilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan yang sering diaplikasikan selama PKL meliputi penggunaan alat pengolahan memasak, penerapan potongan bahan makanan, penggunaan dan penyimpanan bumbu, serta pembuatan kaldu. Sebaliknya, keterampilan yang tergolong jarang diaplikasikan meliputi penggunaan alat persiapan memasak, persiapan proses memasak, penerapan metode dasar memasak, serta pembuatan hidangan manis (dessert). Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara kompetensi yang diajarkan di perguruan tinggi dengan keterampilan yang diterapkan mahasiswa di dunia kerja. Oleh karena itu, hasil pemetaan keterampilan ini dapat digunakan sebagai dasar evaluasi dan pengembangan kurikulum, khususnya dalam penguatan pembelajaran praktik dan optimalisasi pelaksanaan PKL agar lebih selaras dengan kebutuhan industri jasa boga. Abstract: Vocational education is expected to produce graduates with competencies aligned with the needs of industry, particularly in the culinary service sector. Internship or Practical Work serves as a form of work-based learning designed to bridge competencies acquired in higher education with real workplace practices. However, the extent to which students’ skills are applied during internships does not always reflect the full range of competencies defined in the curriculum. This study aims to map the skills of students in the D3 Culinary Arts Program at Universitas Negeri Jakarta based on their internship experiences. The study employed a descriptive quantitative approach. The participants consisted of 37 D3 Culinary Arts students from the 2018 cohort who had completed their internships. Data were collected using a closed-ended questionnaire comprising 28 items representing eight skill indicators and were analyzed using percentage analysis and skill mapping categorization. The results indicate that skills frequently applied during internships include the use of cooking equipment, food cutting techniques, the use and storage of seasonings, and stock preparation. In contrast, skills that were rarely applied include the use of food preparation tools, preparation of the cooking process, application of basic cooking methods, and dessert preparation. These findings reveal a gap between the competencies taught in higher education and the skills actually applied by students in the workplace. Therefore, the results of this skill mapping can serve as a basis for curriculum evaluation and development, particularly in strengthening practical learning and optimizing internship implementation to better align with the needs of the culinary industry.
Copyrights © 2024