Penguasaan istilah elemen mesin dalam bahasa Indonesia yang baku sangat penting untuk mendukung komunikasi teknis, penulisan laporan, serta penyusunan dokumen akademik dan industri. Namun, di kalangan siswa dan praktisi pemula, masih banyak ditemukan penggunaan istilah tidak baku dan jargon bengkel yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam membedakan serta menggunakan bahasa baku dan tidak baku pada penyebutan elemen mesin. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi interaktif, latihan klasifikasi istilah, serta pre-test dan post-test pada siswa SMK bidang teknik mesin. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan istilah baku elemen mesin dari 52,3% pada pre-test menjadi 83,7% pada post-test, dengan kenaikan sebesar 31,4 poin persentase. Peserta juga menunjukkan perubahan sikap positif, di mana 88,6% menyatakan setuju/sangat setuju terhadap pentingnya penggunaan istilah baku dalam laporan praktik, dan 82,9% menyatakan bersedia mengurangi penggunaan istilah tidak baku dalam komunikasi formal. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi terpadu yang menggabungkan aspek linguistik dan teknis efektif dalam meningkatkan literasi bahasa teknis pada bidang teknik mesin.
Copyrights © 2025