Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kearifan lokal sebagai fondasi ketahanan masyarakat pesisir Kabupaten Bantul dalam menghadapi ancaman tsunami. Latar belakang penelitian ini berasal dari tingginya ancaman bencana Tsunami di wilayah pesisir selatan Yogyakarta yang menuntut strategi mitigasi berbasis nilai lokal dan sosial budaya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan membagikan kuesioner kepada 179 responden masyarakat pesisir serta didukung oleh analisis deskriptif dan interpretatif terhadap variabel pengetahuan lokal, keyakinan masyarakat, praktik adat, pola komunikasi, dan kepekaan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Keyakinan Masyarakat menjadi aspek paling dominan dengan nilai rerata indeks 4,13, khususnya indikator dorongan budaya/agama untuk gotong royong saat bencana (4,31) yang memperlihatkan kekuatan solidaritas sosial. Sementara itu, indikator kemampuan mengamati tanda-tanda alam (2,61) merupakan aspek terendah yang menandakan menurunnya pengetahuan ekologis tradisional. Temuan ini mengindikasikan bahwa nilai budaya dan spiritualitas masih menjadi kekuatan utama dalam membangun ketahanan sosial, namun perlu diimbangi dengan revitalisasi pengetahuan lokal dan penguatan sistem peringatan dini. Kesimpulannya, sinergi antara kearifan lokal dan teknologi modern menjadi kunci penting dalam membangun resiliensi masyarakat pesisir terhadap ancaman tsunami.
Copyrights © 2025