Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) menghadapi tantangan disrupsi Society 5.0 yang signifikan, menuntut kompetensi digital sekaligus fondasi karakter yang kuat. Perspektif ini, bagaimanapun, perlu dikritisi karena praktik integrasi pendidikan Islam (Tarbiyah), bimbingan dan konseling (BK), dan teknologi di PIAUD cenderung terfragmentasi; nilai spiritual dan dukungan psikologis seringkali terpisah dari implementasi media digital. Artikel ini bertujuan mengkonstruksi Model Tarbiyah Konseling Digital sebagai kerangka integrasi solutif yang berbasis sintesis literatur akademik rentang 2020-2025. Model Tarbiyah Konseling Digital dirumuskan melalui Kajian Literatur Sistematis dan Analisis Tematik Kritis, dengan menempatkan Resiliensi Psikologis sebagai luaran karakter utama yang harus dicapai. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan Resiliensi yang dapat diwujudkan melalui intervensi Bimbingan Kelompok Islami yang dimediasi oleh Teknologi Inklusif yang berfokus pada Etika Digital dan Literasi Digital Kritis. Implikasi logis dari pergeseran ini adalah Model Tarbiyah konseling digital menawarkan peta jalan operasional yang mengatasi hambatan intrinsik guru terhadap teknologi dan memfasilitasi kepemimpinan digital yang inklusif, menyajikan kontribusi kebaruan yang spesifik dalam sintesis pedagogis PAUD Islam kontemporer.
Copyrights © 2025