Penelitian ini bertujuan menguji peran disiplin kerja sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara motivasi, budaya organisasi, dan kepemimpinan terhadap kinerja pegawai pada organisasi sektor publik. Celah penelitian terletak pada inkonsistensi temuan empiris mengenai fungsi mediasi disiplin kerja dalam konteks birokrasi pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data yang dikumpulkan dari 33 pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tanah Datar, instansi dengan kinerja tertinggi di Provinsi Sumatera Barat, melalui teknik convenience sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi berganda dan analisis jalur (uji Sobel). Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja, sementara motivasi dan kepemimpinan tidak berpengaruh signifikan. Selain itu, kepemimpinan dan disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, sedangkan motivasi dan budaya organisasi tidak berpengaruh langsung. Uji mediasi menegaskan bahwa disiplin kerja tidak memediasi pengaruh motivasi, budaya organisasi, dan kepemimpinan terhadap kinerja. Temuan ini menegaskan bahwa disiplin kerja berfungsi sebagai determinan langsung kinerja, bukan sebagai mekanisme mediasi, dalam konteks organisasi publik berbasis aturan.
Copyrights © 2025