Permasalahan sampah di Indonesia masih didominasi oleh rendahnya praktik pemilahan sampah dari sumber, termasuk di lingkungan sekolah. SD Madani Islami School Purbalingga menghadapi sejumlah tantangan seperti sistem pemilahan sampah yang terstruktur, fasilitas yang terbatas, serta minimnya edukasi lingkungan yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, membentuk kebiasaan pemilahan sampah sejak dini, dan menciptakan budaya sekolah yang peduli lingkungan melalui implementasi Program Anak Cinta Lingkungan (PACL). Metode yang digunakan adalah Participatory Action Learning System (PALS) yang mengintegrasikan edukasi interaktif berbasis cerita bergambar, praktik langsung pemilahan, lomba kreatif membuat tempat sampah dari bahan bekas, serta pelatihan singkat mengenai daur ulang dan kebersihan lingkungan. Program melibatkan 30 siswa kelas 1–6 dan dilaksanakan melalui tiga tahap: pra-kegiatan, pelaksanaan, dan evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa dari skor rata-rata 80% menjadi 100%, disertai perubahan perilaku yang signifikan dalam ketepatan memilah dan membuang sampah. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan edukasi berbasis praktik dengan dukungan guru serta fasilitas pendukung, efektif dalam membangun perilaku sadar lingkungan. Program PACL berpotensi direplikasi pada sekolah dasar lainnya sebagai model edukasi pemilahan sampah yang sistematis dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025