Selimut penghangat merupakan perangkat medis esensial untuk mencegah hipotermia selama pembedahan maupun perawatan kritis, namun akurasi sensor suhunya cenderung menurun seiring waktu sehingga diperlukan kalibrasi berkala. Metode kalibrasi manual menggunakan termometer eksternal tidak lagi efisien untuk blanket warmer modern yang memiliki sistem multi-channel karena rentan kesalahan operator, memakan waktu lama, dan tidak menyediakan dokumentasi fisik secara instan. Solusi yang ada sebelumnya—seperti DHT22 dengan SD card (hanya monitoring lokal), LM35 4-channel (akurasi belum memenuhi standar medis), serta sistem termokopel K-type berbasis IoT (kompleks dan bergantung internet)—belum mampu menyediakan kalibrator portabel multi-channel yang dilengkapi pencetakan otomatis. Penelitian ini mengatasi kesenjangan tersebut dengan merancang dan memvalidasi kalibrator suhu portabel 4-channel untuk blanket warmer menggunakan sensor DS18B20 (−55°C hingga +125°C, akurasi ±0,5°C, 12-bit, 1-Wire), dilengkapi sensor DHT11 (akurasi ±5% RH) untuk memantau kelembapan ruang, Arduino Uno R3 (ATmega328P, 16 MHz) sebagai pengendali, LCD 20×4 I2C untuk tampilan real-time, serta printer termal 58 mm (9600 baud) untuk dokumentasi hasil kalibrasi secara otomatis. Perangkat dirakit dalam enclosure akrilik berukuran 20×15×10 cm. Pengujian dilakukan pada suhu target 38°C dengan 10 pengulangan per kanal (T1–T4 ditempatkan merata di permukaan blanket warmer), waktu stabilisasi 5 menit, kelembapan lingkungan 40–60% tanpa aliran udara, dan dibandingkan dengan termokopel referensi HT-9815. Hasil menunjukkan bahwa perangkat menghasilkan error rata-rata 0,28–0,78°C (terendah pada T3: 0,28°C), seluruhnya di bawah 1°C dan sebanding bahkan lebih akurat dibandingkan instrumen referensi (0,39–0,89°C). Kontribusi utama penelitian ini mencakup: (1) integrasi pertama sensor DS18B20 multi-channel dengan printer termal otomatis dalam kalibrator portabel, (2) akurasi yang lebih unggul pada beberapa titik pengukuran, dan (3) dokumentasi kalibrasi instan yang meningkatkan efisiensi kerja, keselamatan pasien, dan kepatuhan rumah sakit terhadap standar regulasi.
Copyrights © 2026