Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perancangan Sistem Perpustakaan Online Menggunakan Metode Model View Controller (MVC) Studi Kasus STMIK Asia Malang Suci Imani Putri; Yudistira Arya S.
Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Asia Vol 10 No 2 (2016): Volume 10 Nomor 2 (8)
Publisher : LP2M INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS ASIA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan merupakan salah satu sarana penunjang yang wajib dimiliki oleh setiap lembaga pendidikan, Salah satu objek nya adalah perpustakaan pada kampus STMIK Asia Malang, pada perpustakaan kampus ini sistem administrasi masih dilakukan secara manual, kurang efisien untuk mengembangkan prasarana penunjang bagi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan perpustakaan online berbasis web di kampus STMIK Asia Malang demi memperbaiki efisiensi kerja dan memuaskan pelayanan mahasiswa. Penelitian menggunakan metode model view controller (MVC) dengan tujuan mampu mengembangkan sistem perpustakaan online yang memberikan tampilan memisahkan data dari tampilan dan mengimplementasikannya dalam framework sehingga dapat digunakan sebagai pemanipulasi data, antarmuka pengguna, dan bagian kontrol dalam sebuah aplikasi web. Penggunaan metode MVC mampu digunakan pada perpustakaan STMIK ASIA MALANG,Informasi yang disampaikan sudah memenuhi kebutuhan para pengguna mengenai rincian buku, daftar peminjaman, daftar denda, stok buku, ketersediaan buku, dan akses peminjaman online.
Design and Construction of a Multi-Channel Temperature Calibrator for a Blanket Warmer with Thermal Printer Integration Suci Imani Putri; Deska Insani Zaidarlis; Luthfi Ferdiansyah
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1316

Abstract

Selimut penghangat merupakan perangkat medis esensial untuk mencegah hipotermia selama pembedahan maupun perawatan kritis, namun akurasi sensor suhunya cenderung menurun seiring waktu sehingga diperlukan kalibrasi berkala. Metode kalibrasi manual menggunakan termometer eksternal tidak lagi efisien untuk blanket warmer modern yang memiliki sistem multi-channel karena rentan kesalahan operator, memakan waktu lama, dan tidak menyediakan dokumentasi fisik secara instan. Solusi yang ada sebelumnya—seperti DHT22 dengan SD card (hanya monitoring lokal), LM35 4-channel (akurasi belum memenuhi standar medis), serta sistem termokopel K-type berbasis IoT (kompleks dan bergantung internet)—belum mampu menyediakan kalibrator portabel multi-channel yang dilengkapi pencetakan otomatis. Penelitian ini mengatasi kesenjangan tersebut dengan merancang dan memvalidasi kalibrator suhu portabel 4-channel untuk blanket warmer menggunakan sensor DS18B20 (−55°C hingga +125°C, akurasi ±0,5°C, 12-bit, 1-Wire), dilengkapi sensor DHT11 (akurasi ±5% RH) untuk memantau kelembapan ruang, Arduino Uno R3 (ATmega328P, 16 MHz) sebagai pengendali, LCD 20×4 I2C untuk tampilan real-time, serta printer termal 58 mm (9600 baud) untuk dokumentasi hasil kalibrasi secara otomatis. Perangkat dirakit dalam enclosure akrilik berukuran 20×15×10 cm. Pengujian dilakukan pada suhu target 38°C dengan 10 pengulangan per kanal (T1–T4 ditempatkan merata di permukaan blanket warmer), waktu stabilisasi 5 menit, kelembapan lingkungan 40–60% tanpa aliran udara, dan dibandingkan dengan termokopel referensi HT-9815. Hasil menunjukkan bahwa perangkat menghasilkan error rata-rata 0,28–0,78°C (terendah pada T3: 0,28°C), seluruhnya di bawah 1°C dan sebanding bahkan lebih akurat dibandingkan instrumen referensi (0,39–0,89°C). Kontribusi utama penelitian ini mencakup: (1) integrasi pertama sensor DS18B20 multi-channel dengan printer termal otomatis dalam kalibrator portabel, (2) akurasi yang lebih unggul pada beberapa titik pengukuran, dan (3) dokumentasi kalibrasi instan yang meningkatkan efisiensi kerja, keselamatan pasien, dan kepatuhan rumah sakit terhadap standar regulasi.