UMKM Kerupuk Kulit Kartini di Kota Dumai masih melakukan proses pembersihan kulit sapi secara manual, yang berdampak pada rendahnya efisiensi waktu, keterbatasan kapasitas produksi, serta risiko ergonomi bagi pekerja. Penelitian ini bertujuan merancang alat pembersih bahan kerupuk kulit yang sesuai dengan kebutuhan UMKM dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta penyebaran kuesioner untuk mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan pengguna (voice of customer). Hasil kuesioner kemudian diolah menggunakan House of Quality (HOQ) untuk menentukan prioritas karakteristik teknis alat. Selain itu, data antropometri digunakan untuk memastikan rancangan alat bersifat ergonomis dan nyaman digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prioritas utama dalam perancangan alat meliputi kemudahan pengoperasian, efisiensi waktu pembersihan, keamanan kerja, serta kemudahan perawatan. Rancangan alat pembersih yang dihasilkan mampu meningkatkan efisiensi proses pembersihan, mengurangi beban kerja operator, dan berpotensi meningkatkan kapasitas produksi UMKM. Dengan demikian, penerapan metode QFD terbukti efektif dalam menghasilkan rancangan alat pembersih kerupuk kulit yang sesuai dengan kebutuhan pengguna dan mendukung peningkatan produktivitas UMKM.
Copyrights © 2026