Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Drajat Kota Cirebon. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai TB berkontribusi terhadap tingginya angka penularan dan rendahnya kepatuhan pengobatan. Kegiatan inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan penderita TB, kader, dan keluarga melalui program Besti Mudda (Bebas TB Mulai Dari Desa).Metode: menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan Pre-Eksperimental One Group Pre-Test Post-Test. Subjek penelitian berjumlah 34 responden yang terdiri dari 18 penderita TB dan 16 kader, dipilih dengan metode total sampling. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan tentang pengertian, penyebaran, pengobatan, dan pencegahan TB, sedangkan media edukasi berupa presentasi dan banner. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Hasil menunjukkan sebelum intervensi, mayoritas responden memiliki pengetahuan kurang (60,6%), sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi baik (87,9%). Uji Wilcoxon memperoleh p-value = 0,000 (<0,05).Kesimpulan: program inovasi ini efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang TB. Disarankan agar kegiatan edukasi TB dilakukan secara berkesinambungan dan diperluas ke wilayah lain untuk mendukung eliminasi TB.
Copyrights © 2025