Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi parameter yang mempengaruhi pemetaan genangan banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Lembah Anai guna memastikan keakuratan model, serta menyusun pola genangan aliran banjir menggunakan metode pemodelan hidrodinamika HEC-RAS 2D. Metode penelitian bersifat kuantitatif dengan pendekatan spasial-hidraulis yang memadukan analisis data geospasial berbasis LiDAR dan simulasi aliran banjir dengan konsep unsteady flow. Data LiDAR digunakan untuk menghasilkan Digital Elevation Model (DEM) resolusi 0,5 m dengan kepadatan point cloud 377 titik/m² dan akurasi posisi sangat tinggi (RMSE 0,005–0,006 m). Hasil analisis hidrologi menunjukkan koefisien limpasan sebesar 0,028, intensitas hujan 39,104 mm/jam, dan debit puncak 232,900 m³/detik dengan waktu menuju puncak 8,99 jam. Simulasi HEC-RAS 2D memperlihatkan distribusi genangan banjir dengan tiga kategori kedalaman, yaitu rendah (0–0,75 m), sedang (0,76–1,50 m), dan tinggi (>1,50 m). Area genangan dominan berada di sepanjang alur sungai utama dengan luas genangan maksimum 1,341 ha saat debit menurun. Hasil ini menunjukkan integrasi data LiDAR beresolusi tinggi dengan HEC-RAS mampu memberikan representasi spasial genangan yang presisi dan bermanfaat untuk perencanaan mitigasi banjir di Lembah Anai.
Copyrights © 2026