Spiritualitas positif dan kebahagiaan remaja menjadi isu penting dalam pendidikan berbasis asrama, terutama di pesantren yang menekankan pembinaan spiritual secara intensif. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan memahami bagaimana santri memaknai spiritualitas positif dan kebahagiaan dalam konteks kehidupan pesantren yang penuh dinamika, baik emosional maupun religius. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi santri mengenai spiritualitas positif serta bagaimana hal itu berkontribusi terhadap kebahagiaan mereka di Pesantren Al-Muraad Luwuk. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola makna dan pengalaman subjektif yang muncul dari data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas positif dimaknai sebagai hubungan dekat dengan Allah yang diwujudkan melalui rutinitas ibadah, ketenangan batin, sikap syukur, dan penerimaan diri. Kebahagiaan dipahami sebagai kondisi batin yang stabil dan bermakna, bukan semata-mata kenikmatan material. Relasi sosial yang hangat, dukungan emosional ustaz, disiplin pesantren, serta lingkungan fisik yang kondusif turut memperkuat perkembangan spiritualitas dan kesejahteraan santri. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian psikologi positif Islami dengan mempertegas peran spiritual well-being sebagai sumber daya psikologis yang penting bagi remaja di lingkungan pendidikan keagamaan. Kesimpulannya, spiritualitas positif berfungsi sebagai fondasi kebahagiaan santri dan menjadi mekanisme adaptif dalam menghadapi tekanan kehidupan berasrama. Penelitian selanjutnya disarankan mengeksplorasi perbandingan antar pesantren atau mengembangkan kajian campuran untuk memperkuat temuan empiris.
Copyrights © 2025