Tradisi Perang Topat, merupakan sebuah tradisi yang unik. Pada kegiatan Perang Topat ini melibatkan dua suku yang berbeda dan dua agama yang berbeda pula secara langsung. Kedua kelompok masyarakat ini terlibat aktif pada kegiatan tradisi Perang Topat tersebut dengan berbaur satu sama lainnya, penuh kekeluargaan, rasa toleransi dan gotong royong. Metode penelitian menggunakan kajian literatur. Sumber yang digunakan dalam penelitian ini berupa buku-buku teks, artikel ilmiah, jurnal, literatur review yang sesuai dengan tema yang diteliti. Pendidikan multikulturalisme yang muncul pada upacara Perang Topat antara lain; toleransi, kebersamaan, gotong royong, nilai religius, dan nilai musyawarah. Nilai sikap multikulturalisme dalam upacara Perang Topat harus dapat di pelihara dan dilestarikan dalam kehidupan sehari-hari. The Topat War tradition, is a unique tradition. The Topat War activities involved two different tribes and two different religions directly. These two community groups are actively involved in the traditional activities of the Topat War by blending in with each other, full of kinship, tolerance and mutual cooperation. The research method uses a literature review. The sources used in this research are text books, scientific articles, journals, literature reviews that are in accordance with the theme under study. The attitude of multiculturalism that emerged at the Topat War ceremony included; tolerance, togetherness, mutual cooperation, religious values, and deliberation values. The value of multiculturalism in the Topat War ceremony must be maintained and preserved in everyday life.
Copyrights © 2025