Background: Hypertension is common in the elderly, due to uncontrolled diet and poor blood pressure control. If not properly managed, this condition can lead to various complications. Hypertension is characterized by blood pressure ≥140/90 mmHg and can be managed through pharmacological and non-pharmacological therapies. Purpose: To determine the effectiveness of red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) on blood pressure changes in hypertensive patients. Method: This study used a quasi-experimental pretest-posttest design with a non-equivalent control group. The study was conducted at the Ngariboyo Community Health Center, Ngariboyo Village, Magetan Regency, in May 2025. Twenty participants were selected using purposive sampling and divided into two groups: the intervention group and the control group. After the pretest, the intervention group was given 200 grams of sliced red dragon fruit, while the control group was not given red dragon fruit. This study used univariate and bivariate analysis using the Wilcoxon test, then compared its effectiveness with the Mann-Whitney U test. Results: The Wilcoxon test showed a significant reduction in both groups (p-value = 0.005 ≤ 0.05), while the Mann-Whitney U test showed a significant difference in systolic (p-value = 0.045 ≤ 0.05) and diastolic (p-value = 0.048 ≤ 0.05) blood pressure. The intervention group consuming 200 grams of red dragon fruit every morning experienced a more consistent and effective reduction in blood pressure. Conclusion: The potassium content in red dragon fruit has been shown to enhance treatment effectiveness, making red dragon fruit an appropriate adjunct and alternative therapy for people with hypertension. Suggestion: These findings provide an initial basis for further research to test the effectiveness of combined pharmacological and non-pharmacological therapies in evidence-based nursing practice. Keywords: Blood Pressure; Hypertensive Patients; Red Dragon Fruit (Hylocereus Polyrhizus). Pendahuluan: Hipertensi banyak terjadi pada lansia, salah satu akibatnya dari pola makan yang tidak terkontrol dan kurangnya pengendalian tekanan darah. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Hipertensi ditandai dengan tekanan darah ≥140/90 mmHg dan dapat dikelola melalui terapi farmakologi maupun nonfarmakologi Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pemberian buah naga merah (hylocereus polyrhizus) terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental pretest-posttest non equivalent control group. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Ngariboyo, di Desa Ngariboyo, Kabupaten Magetan pada bulan Mei 2025. 20 partisipan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi setelah dilakukan pretest diberikan buah naga merah potong sebanyak 200 gram, sedangkan pada kelompok kontrol tanpa pemberian buah naga merah. Studi ini menggunakan analisis univariat dan bivariat melalui uji Wilcoxon, selanjutnya membandingkan efektivitasnya dengan uji Mann-Whitney U. Hasil: Uji Wilcoxon menunjukkan penurunan yang signifikan pada kedua kelompok (p-value = 0.005 ≤ 0.05), sedangkan uji Mann-Whitney U menunjukkan perbedaan yang signifikan pada tekanan darah sistolik (p-value = 0.045 ≤ 0.05) dan diastolik (p-value = 0.048 ≤ 0.05). Kelompok intervensi yang mengonsumsi 200 gram buah naga merah setiap pagi mengalami penurunan tekanan darah yang lebih konsisten dan efektif. Simpulan: Kandungan kalium dalam buah naga merah terbukti meningkatkan efektivitas pengobatan, serta menjadikan buah naga merah sebagai terapi tambahan dan alternatif yang tepat bagi penderita hipertensi. Saran: Temuan ini menjadi dasar awal bagi riset lanjutan untuk mengkaji efektivitas kombinasi terapi farmakologi dan non-farmakologi dalam praktik keperawatan berbasis bukti Kata Kunci: Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus); Penderita Hipertensi; Tekanan Darah.
Copyrights © 2026