Background: Indonesia is in the process of achieving the Sustainable Development Goals (SDGs) to eradicate hunger, achieve food security, and improve nutrition, while supporting sustainable development. These goals include addressing the problem of stunting, which is being pursued to reduce it. Stunting can impact a child's life into adulthood. If not addressed promptly and appropriately, it can lead to the risk of physical and cognitive developmental disabilities. Purpose: To analyze the relationship between a history of exclusive breastfeeding and stunting in toddlers. Method: This quantitative study used an analytical survey design using a cross-sectional approach. The study was conducted in the Pineleng Community Health Center working area from June to September 2025. The sample size was determined using the Slovin formula with a 10% margin of error, resulting in 100 respondents. Data on exclusive breastfeeding history were obtained through structured questionnaire interviews with parents of toddlers, while height data were obtained through direct measurements using a microtoise. Data analysis included univariate and bivariate analyses using the chi-square test. Results: The mean age of toddlers was 40.4 ± 9.9 months, with an age range of 24–59 months. Most toddlers were in the 24–36 month age group (42.0%), the majority were male (57.0%), not exclusively breastfed (70.0%), and stunting was found in 12.0%. A chi-square test showed no significant association between a history of exclusive breastfeeding and stunting, with a p-value of 0.101. Conclusion: There was no significant association between exclusive breastfeeding and stunting in toddlers aged 24–59 months. This suggests that stunting is caused by multiple factors, such as low household socioeconomic status, premature birth, low parental education, living in rural or slum areas, poor environmental sanitation, poor cultural practices, and others. Keywords: Exclusive Breastfeeding; Stunting; Toddlers. Pendahuluan: Indonesia sedang dalam proses mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) untuk memberantas kelaparan, mencapai ketahanan pangan, dan peningkatan gizi serta mendukung pembangunan berkelanjutan. Tujuan yang termasuk didalamnya adalah untuk mengatasi masalah stunting yang diupayakan menurun. Stunting dapat memengaruhi kehidupan anak saat mencapai usia dewasa, jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, hal ini dapat menyebabkan risiko cacat perkembangan fisik dan kognitif. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan stunting pada balita. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Pineleng pada bulan Juni–September 2025. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%, sehingga diperoleh 100 responden. Data riwayat ASI eksklusif diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur kepada orangtua balita, sedangkan data tinggi badan diperoleh melalui pengukuran langsung menggunakan microtoise. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Menunjukkan rerata umur balita adalah 40.4 ± 9.9 bulan dengan rentang usia 24–59 bulan, sebagian besar balita berada pada kelompok usia 24–36 bulan sebesar 42.0%, mayoritas berjenis kelamin laki-laki sebanyak 57.0%, tidak mendapatkan ASI eksklusif sebanyak 70.0%, dan kejadian stunting ditemukan pada 12.0% balita. Uji chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting dengan nilai p sebesar 0.101. Simpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan stunting pada balita umur 24-59 bulan. Hal ini menunjukkan bahwa stunting disebabkan oleh multifaktor, seperti status sosial ekonomi rumah tangga yang rendah, kelahiran prematur, pendidikan orang tua yang rendah, tinggal di rumah tangga di pedesaan atau daerah kumuh, sanitasi lingkungan yang buruk, budaya yang buruk, dan lain-lain. Kata Kunci: ASI Eksklusif; Balita; Stunting.
Copyrights © 2025