Background: Risky sexual behavior is a major factor in the transmission of sexually transmitted infections (STIs), a global public health problem with significant health and social consequences. Purpose: To test the effectiveness of a supportive group intervention involving sexual norms education in reducing risky behaviors that contribute to the transmission of sexually transmitted infections (STIs). Method: This was a quasi-experimental study using a nonequivalent control group approach. The sample size was 32 participants. Supportive group education was provided to the intervention group, while the control group received education on sexual norms to address risky behavior. This study used a non-probability sampling method with consecutive sampling. Analysis used an unpaired t-test for the difference in two means. Results: Supportive group therapy demonstrated a significant impact on changes in adolescent sexual behavior in the intervention group compared to the control group. Prior to the intervention, most adolescents in the intervention group engaged in high-risk sexual behavior, but after therapy, this number decreased. Meanwhile, the change in the control group was much smaller, with the average score remaining nearly unchanged (from 14.34 to 13.78). Statistical tests showed a statistically significant difference between the two groups (p-value = 0.027), indicating that supportive group therapy was effective in reducing risky sexual behavior in adolescents. Conclusion: Supportive group therapy with sexual norms education was proven to be significantly effective in reducing risky sexual behavior in adolescents (p-value = 0.027). Keywords: Adolescent Risk Behavior; Sexual Norms Education; Sexually Transmitted Infections (STIs); Supportive Groups. Pendahuluan: Perilaku seksual berisiko merupakan faktor utama penularan infeksi menular seksual (IMS) yang menjadi masalah kesehatan masyarakat global dengan konsekuensi kesehatan dan sosial yang signifikan. Tujuan: Untuk menguji efektivitas intervensi supportif grup edukasi norma seksual dalam menurunkan perilaku berisiko yang berkontribusi terhadap penularan infeksi menular seksual (IMS). Metode: Penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan nonequivalent control group. Penentuan sampel sebanyak 32 partisipan. Supportif grup edukasi diberikan pada kelompok intervensi, sedangkan kelompok kontrol diberikan edukasi tentang norma seksual dalam mengatasi perilaku berisiko. Penelitian ini menggunakan instrumen derajat perilaku seksual remaja dengan metode non probability sampling dengan teknik consecutive sampling. Analisis menggunakan t-test beda dua rata-rata tidak berpasangan. Hasil: Terapi suportif grup menunjukkan dampak signifikan terhadap perubahan derajat perilaku seksual remaja pada kelompok intervensi, dibandingkan dengan kelompok kontrol. Sebelum intervensi, sebagian besar remaja pada kelompok intervensi memiliki perilaku seksual berat, namun setelah terapi jumlah ini menurun. Sementara itu, perubahan pada kelompok kontrol jauh lebih kecil, dengan rata-rata skor yang hampir stagnan (dari 14.34 menjadi 13.78). Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok (p-value = 0.027), mengindikasikan bahwa terapi suportif grup efektif dalam mengurangi derajat perilaku seksual berisiko pada remaja. Simpulan: Terapi supportif grup edukasi norma seksual terbukti efektif secara signifikan dalam menurunkan derajat perilaku seksual berisiko pada remaja (p-value=0.027). Kata Kunci: Edukasi Norma Seksual; Infeksi Menular Seksual (IMS); Perilaku Berisiko Remaja; Supportif Grup.
Copyrights © 2025