Background: Non-communicable diseases (NCDs) remain a major public health challenge and impact the productivity of civil servants, especially those with sedentary work patterns. Physical fitness is an important indicator in supporting employee performance and health. Purpose: To describe the fitness status of civil servants and analyze the relationship between health screening and fitness levels. Method: A cross-sectional design with a quantitative approach. A total of 507 civil servants participated in health screenings that included measurements of Body Mass Index (BMI), blood pressure, random blood sugar, cholesterol, uric acid, and a fitness test using the Rockport method. Univariate and bivariate analyses were performed using the Chi-Square test. Results: The study showed that 55.6% of civil servants were in the fit category. The majority of respondents had an abnormal BMI (81.9%) and high cholesterol levels (55.2%). Statistical tests showed that only age had a significant relationship with fitness (p < 0.05), with civil servants aged ≤45 years and older at risk of lower fitness levels compared to the middle productive age group. Meanwhile, gender, BMI, blood pressure, blood sugar, cholesterol, and uric acid levels did not show a significant relationship with fitness. Conclusion: Age is a dominant factor influencing civil servants fitness, necessitating promotional efforts and regular physical activity to maintain employee health and productivity. This also suggests the need to evaluate the accuracy of the screening tools and the appropriateness of the Rockport test implementation. Keywords: Civil Servants; Fitness; Health Screening. Pendahuluan: Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat dan berdampak pada produktivitas Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama yang memiliki pola kerja sedentari. Kebugaran jasmani merupakan indikator penting dalam mendukung kinerja dan kesehatan pegawai Tujuan: Untuk mengetahui gambaran status kebugaran ASN serta menganalisis hubungan antara skrining kesehatan dengan tingkat kebugaran. Metode: Desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sebanyak 507 ASN mengikuti skrining kesehatan meliputi pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), tekanan darah, gula darah sewaktu, kolesterol, asam urat, serta tes kebugaran menggunakan metode Rockport. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55.6% ASN berada pada kategori bugar. Mayoritas responden memiliki IMT tidak normal (81.9%) dan kadar kolesterol tinggi (55.2%). Uji statistik menunjukkan bahwa hanya variabel usia yang memiliki hubungan bermakna dengan kebugaran (p < 0.05), di mana ASN berusia ≤45 tahun berisiko lebih rendah tingkat kebugarannya dibandingkan kelompok usia produktif tengah. Sementara itu, jenis kelamin, IMT, tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan kebugaran. Simpulan: Usia merupakan faktor dominan yang memengaruhi kebugaran ASN, sehingga diperlukan upaya promotif dan aktivitas fisik rutin untuk menjaga kesehatan dan produktivitas pegawai, serta mengisyaratkan perlunya evaluasi terhadap akurasi alat pemeriksaan dan kesesuaian pelaksanaan tes Rockport. Kata Kunci: Aparatur Sipil Negara (ASN); Kebugaran; Skrining Kesehatan.
Copyrights © 2025