Osteomielitis adalah inflamasi pada tulang yang dapat terjadi pada anak-anak dan dewasa. Meskipun jarang terjadi, osteomielitis rahang pada anak memerlukan penanganan yang segera karena dapat menimbulkan kecacatan dan mengganggu pertumbuhan serta perkembangan wajah anak dibandingkan dengan orang dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik osteomielitis rahang pada anak. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode scoping review dengan berpedoman pada PRISMA-ScR. Pencarian artikel pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan “Boolean Operators” pada database PubMed, Scopus, dan Sage Journal dengan kata kunci “(osteomyelitis jaws) AND (((child) OR (children)) OR (pediatric))”. Dari 506 artikel yang didapatkan melalui pencarian, terdapat total dua belas artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan ditinjau dalam penelitian ini. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa osteomielitis rahang lebih sering terjadi pada kelompok usia 7-12 tahun dan 13-18 tahun serta lebih umum terjadi pada perempuan. Lokasi yang paling sering mengalami osteomielitis rahang pada anak adalah mandibula. Pada penelitian ini, pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan biopsi dan radiologi, terutama jenis panoramik dan computed tomography (CT), umum dilakukan. Penyebab osteomielitis rahang pada anak yang paling banyak dilaporkan adalah infeksi odontogenik. Berdasarkan hasil penelitian ini, terapi yang diberikan pada pasien adalah kombinasi antara terapi bedah, pengobatan, maupun ekstraksi gigi kausa. Pasien pada penelitian ini umumnya tidak menunjukkan rekurensi setelah dilakukan tindakan perawatan terutama apabila perawatan yang dilakukan berfokus pada etiologi.
Copyrights © 2025