Photoaging merupakan proses penuaan kulit yang dipicu oleh paparan sinar ultraviolet (UV) yang mengakibatkan peningkatan stres oksidatif, degradasi kolagen, penurunan elastisitas, pembentukan kerutan, serta gangguan pigmentasi. Rosa damascena dikenal kaya akan senyawa bioaktif seperti flavonoid, antosianin, fenolik, monoterpen, dan vitamin C yang berperan sebagai antioksidan dan anti-inflamasi. Penelitian mengenai potensi anti-photoaging dari Rosa damascena sebagian besar berfokus pada ekstrak keseluruhan bunga, sementara kajian spesifik terhadap bagian mahkota bunga masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji potensi mahkota bunga mawar (Rosa damascena) sebagai agen anti-photoaging. Metode kajian dilakukan melalui studi literatur sistematis dengan penelusuran artikel dari database ScienceDirect, PubMed, Google Scholar, MDPI, dan Springer menggunakan kata kunci "Rosa damascena", "anti-photoaging", "antioksidan", "kolagen", dan "melanin" pada rentang tahun 2010–2025. Kriteria inklusi meliputi artikel yang membahas aktivitas antioksidan, penghambatan enzim kolagenase, elastase, dan tirosinase, serta efek protektif terhadap kerusakan kulit akibat paparan UV. Hasil kajian menunjukkan bahwa ekstrak mahkota bunga mawar mampu mengurangi reactive oxygen species (ROS), menekan ekspresi matrix metalloproteinase-1 (MMP-1), meningkatkan sintesis kolagen tipe I, menghambat pembentukan melanin, serta memperbaiki struktur kulit. Temuan ini menunjukkan bahwa mahkota Rosa damascena dapat diaplikasikan sebagai bahan aktif dalam formulasi kosmetik topikal maupun nutrasetikal dengan mekanisme multi-target yang mencakup proteksi antioksidan, inhibisi degradasi matriks ekstraseluler, stimulasi regenerasi kolagen, dan regulasi pigmentasi kulit. Kesimpulannya, Rosa damascena memiliki potensi tinggi sebagai bahan aktif skincare anti-photoaging dan layak dikembangkan dalam formulasi kosmetik dan nutrasetikal.
Copyrights © 2025