This study examines the implementation of Outcome-Based Curriculum (OBC) at SMP Raudlotul Muta’allimin, a religious-based school that is undergoing transformation toward more measurable and structured education. OBC is considered relevant in preparing students with competencies required to face global challenges, yet its application in a religious school context presents unique dynamics. The purpose of this study is to explore the experiences, perceptions, and challenges faced by teachers and students in the implementation of OBC, using a qualitative approach based on a case study. Data was collected through in-depth interviews with 10 teachers and 20 students, as well as participatory observation of teaching and learning activities. Data analysis was performed using thematic analysis, which allowed the researcher to identify patterns of meaning in participants' experiences. The main findings indicate that although OBC has a positive impact on increasing student engagement and achieving more measurable competencies, challenges remain regarding time constraints, limited resources, and resistance to change. This study contributes to the development of outcome-based education theory by highlighting the importance of teacher involvement in the curriculum design process and maintaining a balance between global standards and local values. Practically, the findings can serve as a reference for curriculum development in religious-based schools and provide insights for policymakers in effectively integrating OBC. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji penerapan Outcome-Based Curriculum (OBC) di SMP Raudlotul Muta’allimin, sebuah sekolah berbasis agama yang tengah bertransformasi menuju pendidikan yang lebih terukur dan terstruktur. OBC dianggap relevan dalam mempersiapkan siswa dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan global, namun penerapannya di sekolah dengan latar belakang agama menghadirkan dinamika tersendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengalaman, persepsi, dan tantangan yang dihadapi oleh para guru dan siswa dalam menghadapi implementasi OBC, dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 10 guru dan 20 siswa, serta observasi partisipatif terhadap kegiatan belajar mengajar. Analisis data dilakukan dengan pendekatan analisis tematik, yang memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi pola-pola makna dalam pengalaman partisipan. Temuan utama menunjukkan bahwa meskipun OBC membawa dampak positif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan pencapaian kompetensi yang lebih terukur, terdapat tantangan terkait dengan keterbatasan waktu, sumber daya, dan resistensi terhadap perubahan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori pendidikan berbasis capaian dengan menyoroti pentingnya keterlibatan guru dalam proses desain kurikulum dan mempertahankan keseimbangan antara standar global dan nilai-nilai lokal. Praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pengembangan kurikulum di sekolah-sekolah berbasis agama, serta memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan pendidikan dalam mengintegrasikan OBC secara lebih efektif.
Copyrights © 2026