Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam menggunakan sistem pembayaran QRIS. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan kuesioner yang disebarkan kepada 89 pelaku UMKM yang terdaftar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah pemilik usaha (90,9%), dengan 83,3% usaha sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Sebagian besar responden menggunakan QRIS yang diterbitkan oleh bank (88,6%), dan 67,6% telah menggunakan QRIS kurang dari dua tahun. Minat untuk terus menggunakan QRIS di masa depan cukup tinggi, dengan 92,6% responden berencana untuk melanjutkan penggunaannya. Faktor utama yang memengaruhi penggunaan QRIS adalah kemudahan pemrosesan, keamanan, dan kenyamanan transaksi. Namun, kendala seperti ketergantungan pada jaringan internet dan gangguan sistem juga dilaporkan oleh sebagian besar responden. QRIS dianggap mempermudah pembayaran dan mengurangi risiko uang palsu. Meskipun begitu, beberapa masalah terkait biaya tambahan dan ketidakyakinan atas transaksi masih ada. Penelitian ini menyarankan peningkatan infrastruktur teknologi dan edukasi lebih lanjut untuk meningkatkan adopsi QRIS di kalangan UMKM di NTB. Evaluating the Benefits of QRIS Payment System for Micro, Small, and Medium Enterprises in West Nusa Tenggara Abstract This study aims to analyze the factors influencing the interest of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in West Nusa Tenggara Province (NTB) in using the QRIS payment system. The research method used is descriptive quantitative, with a questionnaire distributed to 89 registered MSME owners. The results show that the majority of respondents are business owners (90.9%), with 83.3% of businesses already having a Business Identification Number (NIB). Most respondents use QRIS issued by banks (88.6%), and 67.6% have been using QRIS for less than two years. The interest in continuing to use QRIS in the future is quite high, with 92.6% of respondents planning to continue using it. The main factors influencing the use of QRIS are the ease of processing, security, and convenience of transactions. However, challenges such as dependence on internet connectivity and system disruptions were also reported by a majority of respondents. QRIS is considered to simplify payments and reduce the risk of counterfeit money. However, some issues related to additional costs and uncertainty regarding transactions still remain. This study suggests improving technology infrastructure and further education to enhance the adoption of QRIS among MSMEs in NTB.
Copyrights © 2025