Implementasi deep learning dalam konteks pendidikan di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait keterbatasan pemahaman guru dalam menerjemahkan konsep tersebut ke dalam praktik pembelajaran di kelas. Untuk menjawab tantangan tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan oleh tim dosen Universitas PGRI Semarang di salah satu madrasah aliyah negeri di Kabupaten Kudus dengan tujuan meningkatkan kapasitas pedagogik guru dalam memahami dan menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran mendalam. Program ini menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang menempatkan guru sebagai mitra aktif melalui lima tahapan utama: identifikasi kebutuhan mitra, workshop, pelaksanaan dan pendampingan, evaluasi, serta monitoring keberlanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan sebanyak 85% guru berhasil mengadaptasi elemen deep learning secara konsisten dalam rancangan pembelajarannya, yang juga diikuti oleh perubahan paradigma mengajar dari berorientasi pada penyampaian materi menjadi fasilitasi proses belajar bermakna. Disarankan agar refleksi, kolaborasi, dan pendampingan berlanjut secara berkala serta diperluas melalui kerja sama antar sekolah untuk memperkuat penerapan pembelajaran mendalam.
Copyrights © 2025