Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas informasi dan daya tarik edukatif Museum Anjuk Ladang Kabupaten Nganjuk melalui implementasi sistem digitalisasi berbasis Quick Response (QR) Code. Museum ini memiliki peran penting dalam pelestarian warisan budaya lokal, namun masih menghadapi keterbatasan dalam penyajian informasi yang interaktif serta rendahnya minat pengunjung, terutama dari kalangan generasi muda. Untuk menjawab tantangan tersebut, program ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model partisipatif, yang melibatkan kolaborasi antara tim akademisi, pengelola museum, dan masyarakat lokal. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, survei pengunjung, serta dokumentasi kegiatan pelatihan pembuatan konten digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan QR Code pada koleksi museum meningkatkan kemudahan akses informasi, memperkuat fungsi edukatif museum, dan menumbuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan konten digital. Pengelola museum juga mengalami peningkatan kompetensi dalam pemanfaatan teknologi informasi untuk keperluan promosi dan edukasi. Secara konseptual, kegiatan ini memperkuat relevansi teori Technology Acceptance Model dan pendekatan Participatory Action Research dalam konteks pengembangan digital heritage. Kontribusi utama dari program ini terletak pada pengembangan model pemberdayaan berbasis teknologi yang dapat direplikasi di museum daerah lain sebagai strategi transformasi digital menuju wisata budaya yang inklusif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025