Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MEMBEDAH ITIKAD BAIK SEBAGAI SYARAT MUTLAK IMUNITAS PROFESI BAGI ADVOKAT DALAM PERSPEKTIF KLASIFIKASI NORMA Sugiarto, Edy; Syelvita, Rema; Putra, Ricky Pratama
SENGKUNI Journal (Social Science and Humanities Studies) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sengkuni.6.1.113-122

Abstract

Penelitian ini bersumber dari berbagai literatur yang berkaitan dengan Hak imunitas diberikan kepada Advokat sehubungan dengan peran dan tugas advokat sebagai penegak hukum. Dalam menjalankan misi mulia tersebut, seorang advokat dijamin kebebasannya, yang diartikan tanpa tekanan, ancaman, hambatan, tanpa rasa takut, atau perlakuan yang merendahkan martabat profesi serta meningkatkan optimalnya peran dan tugas advokat dalam rangka penegakan hukum. Adapun hak imunitas yang dimiliki dan melekat terhadap seorang advokat atau pengacara tersebut dijamin dalam undang-undang, jadi sepanjang advokat tersebut berjalan sesuai dengan koridor yang berlaku maka hak imunitas tersebut melindungi dirinya dalam menjalankan profesi tersebut. Walaupun demikian tentunya hak imunitas tersebut tidaklah belaku secara absolut, dikarenakan tidak ada satu profesi yang kebal hukum, termasuk advokat. Seorang advokat dapat kehilangan hak imunitasnya bilamana dia terbukti menjalankan profesi advokat tersebut dengan tidak didasari adanya itikad baik.
Digitalisasi Media Informasi Wisatawan di Museum Anjuk Ladang Kabupaten Nganjuk Menuju Wisata Berkelanjutan Budianto, Agus; Wiratama, Nara Setya; Budiono, Heru; Yatmin, Yatmin; Putra, Ricky Pratama
Jurnal Entitas Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : PT Mara Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64465/jepm.v1i2.60

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas informasi dan daya tarik edukatif Museum Anjuk Ladang Kabupaten Nganjuk melalui implementasi sistem digitalisasi berbasis Quick Response (QR) Code. Museum ini memiliki peran penting dalam pelestarian warisan budaya lokal, namun masih menghadapi keterbatasan dalam penyajian informasi yang interaktif serta rendahnya minat pengunjung, terutama dari kalangan generasi muda. Untuk menjawab tantangan tersebut, program ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model partisipatif, yang melibatkan kolaborasi antara tim akademisi, pengelola museum, dan masyarakat lokal. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, survei pengunjung, serta dokumentasi kegiatan pelatihan pembuatan konten digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan QR Code pada koleksi museum meningkatkan kemudahan akses informasi, memperkuat fungsi edukatif museum, dan menumbuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan konten digital. Pengelola museum juga mengalami peningkatan kompetensi dalam pemanfaatan teknologi informasi untuk keperluan promosi dan edukasi. Secara konseptual, kegiatan ini memperkuat relevansi teori Technology Acceptance Model dan pendekatan Participatory Action Research dalam konteks pengembangan digital heritage. Kontribusi utama dari program ini terletak pada pengembangan model pemberdayaan berbasis teknologi yang dapat direplikasi di museum daerah lain sebagai strategi transformasi digital menuju wisata budaya yang inklusif dan berkelanjutan.