Artikel ini membahas strategi menghafal dalam pembelajaran dengan menyoroti perspektif Dr. Anwar Muhammad As-Syarqowi serta relevansinya dalam konteks pendidikan modern. Proses pembelajaran menuntut penerapan strategi yang tepat sesuai dengan tujuan dan karakteristik materi, karena setiap strategi memiliki keunggulan masing-masing, baik untuk memperdalam pemahaman maupun memperkuat daya ingat. Dalam hal ini, menghafal bukan sekadar aktivitas mekanis, melainkan melibatkan dimensi kognitif, emosional, dan metakognitif. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan menganalisis literatur berupa buku, jurnal, dan tulisan lain yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi menghafal efektif apabila memenuhi empat syarat utama menurut As-Syarqowi, yaitu kejelasan pengetahuan kriteria, kesesuaian konten pembelajaran dengan evaluasi, dukungan guru, serta konsistensi penggunaan strategi. Selain itu, prinsip dasar menghafal yang efektif meliputi kekhususan materi, generativitas, kendali eksekutif (metakognisi), serta kompetensi personal peserta didik. Keberhasilan menghafal juga dipengaruhi motivasi intrinsik maupun ekstrinsik, kesiapan mental, serta konsistensi latihan. Dengan demikian, pemilihan strategi pembelajaran, khususnya strategi menghafal, harus dilakukan secara adaptif dan kontekstual agar dapat mendukung pencapaian tujuan pendidikan, baik pada ranah kognitif, afektif, maupun psikomotor. Artikel ini menegaskan bahwa menghafal memiliki posisi strategis dalam pendidikan modern, asalkan diterapkan dengan pendekatan yang tepat, dialogis, dan humanis.
Copyrights © 2025