ELEMENTARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar
Vol. 5 No. 4 (2025)

PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING (CRT) PADA MATERI DAERAHKU KEBANGGAANKU KELAS V SD

Preyera, Laisya Okta (Unknown)
Sofwan, Muhammad (Unknown)
Sholeh, Muhammad (Unknown)



Article Info

Publish Date
28 Dec 2025

Abstract

This study was motivated by the absence of a contextual teaching module that is responsive to the cultural diversity of students in IPAS learning at SDN 111/I Muara Bulian. Teachers still rely on generic online modules, resulting in learning activities that are less relevant to students’ local cultural experiences. This research focuses on the development, validity, and practicality of a teaching module based on the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach for the Grade V topic “Daerahku Kebanggaanku.” The research employed the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model consisting of the Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages. Validation was carried out by media, material, and language experts, while practicality data were obtained from teacher responses and implementation trials. The results indicate that media validation increased from 79.2% to 88% (highly valid), material validation rose from 66.25% to 93.75% (highly valid), and language validation reached 94% (highly valid). The overall average validity score was 91.92%, classified as highly valid. Implementation through small-group trials (8 students) and large-group trials (23 students) showed that students were able to connect the learning content with their local cultural context. The module’s practicality received a score of 95% from the teacher (highly practical). Thus, the CRT-based teaching module is considered valid, practical, and suitable for supporting contextual IPAS learning that centers on students’ cultural diversity. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya modul ajar yang kontekstual dan responsif terhadap keberagaman budaya peserta didik pada pembelajaran IPAS di SDN 111/I Muara Bulian. Guru masih menggunakan modul daring bersifat umum sehingga pembelajaran kurang relevan dengan pengalaman budaya lokal peserta didik. Penelitian ini berfokus pada pengembangan, validitas, serta kepraktisan modul ajar berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) pada materi “Daerahku Kebanggaanku” kelas V SD. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahap Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Validasi dilakukan oleh ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa, sementara kepraktisan diperoleh melalui respons guru dan pelaksanaan uji coba. Hasil validasi menunjukkan bahwa aspek media mengalami peningkatan dari 79,2% menjadi 88% (sangat valid), validasi materi naik dari 66,25% menjadi 93,75% (sangat valid), dan validasi bahasa memperoleh skor 94% (sangat valid). Rata-rata keseluruhan validitas sebesar 91,92% dengan kategori sangat valid. Tahap implementasi melalui uji coba kelompok kecil (8 siswa) dan kelompok besar (23 siswa) menunjukkan bahwa peserta didik mampu mengaitkan materi dengan budaya daerahnya. Kepraktisan modul memperoleh skor 95% dari guru (sangat praktis). Dengan demikian, modul ajar berbasis pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dinyatakan valid, praktis, dan layak digunakan untuk mendukung pembelajaran IPAS yang kontekstual dan berpusat pada keberagaman budaya peserta didik.    

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

elementary

Publisher

Subject

Education

Description

Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan ...