Kemampuan berbahasa anak usia dini merupakan aspek penting dalam perkembangan kognitif dan sosial, namun masih banyak anak yang kurang mendapat kesempatan berlatih komunikasi verbal secara terstruktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru dalam mengembangkan kemampuan berbahasa anak usia dini melalui metode bercerita di TK Assalam 1 Sukarame, Bandar Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi kelas dan wawancara mendalam. Observasi dilakukan untuk melihat penerapan metode bercerita dalam kegiatan belajar, sedangkan wawancara menggali pandangan guru tentang efektivitas metode tersebut. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk menemukan pola utama pada praktik pengajaran dan hasil yang dicapai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai fasilitator, motivator, model berbahasa, dan pemberi umpan balik. Metode bercerita terbukti efektif meningkatkan kosakata, kelancaran berbicara, kepercayaan diri, struktur kalimat, dan keterlibatan verbal anak. Faktor pendukung meliputi lingkungan sekolah yang kondusif, kreativitas guru, dan antusiasme anak, sedangkan kendala mencakup keterbatasan fasilitas, perbedaan kemampuan bahasa anak, dan waktu kurikulum yang terbatas. Temuan ini menegaskan bahwa metode bercerita merupakan strategi pembelajaran yang berharga untuk mendukung perkembangan bahasa anak usia dini dan perlu diintegrasikan secara sistematis dalam kurikulum.
Copyrights © 2026