Penelitian ini mengkaji pola penyuluhan pertanian di Desa Rakawatu, Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur, yang bertujuan untuk mengetahui gambaran pola-pola penyuluhan pertanian yang diterapkan serta menganalisis hubungan pola penyuluhan yang berpengaruh terhadap petani binaan. Pendekatan mixed methods dengan strategi sequential explanatory design digunakan untuk menganalisis data dari 71 responden petani (kuantitatif) dan 15 informan kunci (kualitatif). Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan software WarpPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara langsung, efektivitas penyampaian materi penyuluh berpengaruh sangat signifikan terhadap peran penyuluh dengan koefisien jalur 0,75 (p<0,01), sedangkan metode penyuluhan, kompetensi penyuluh, dan intensitas penyuluhan tidak berpengaruh signifikan secara langsung. Namun, melalui efektivitas penyampaian materi sebagai variabel mediasi, kompetensi penyuluh dan intensitas penyuluhan berpengaruh sangat signifikan terhadap peran penyuluh dengan koefisien masing-masing 0,50 dan 0,49 (p<0,01). Model penelitian menunjukkan kesesuaian yang baik dengan nilai R-squared 0,754, mengindikasikan bahwa 75,4% variasi peran penyuluh dapat dijelaskan oleh variabel-variabel dalam model. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam penyuluhan pertanian yang melibatkan metode adaptif, kompetensi profesional, dan interaksi berkelanjutan untuk mentransformasikan pengetahuan menjadi praktik konkret di tingkat petani.
Copyrights © 2026