Ekowisata Muara Mbaduk di Kabupaten Banyuwangi merupakan bagian dari Taman Nasional Meru Betiri yang menampilkan keindahan panorama alam dan keunikan budaya. Meskipun demikian, jumlah kunjungan di Ekowisata ini mengalami fluktuasi, dan masyarakat setempat belum menunjukkan kepedulian yang cukup terhadap pengelolaannya. Penelitian ini mengintegrasikan valuasi ekonomi berbasis pendekatan Metode biaya perjalanan/travel cost method (TCM) dengan analisis faktor kunjungan wisata pasca pandemi covid-19 terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas kunjungan serta menilai kontribusi nilai ekonomi wisata terhadap perekonomian desa. Sampel penelitian terdiri dari 30 responden, dan data dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda serta metode biaya perjalanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya perjalanan, pendapatan, dan atraksi wisata tidak mempengaruhi intensitas kunjungan ke Ekowisata Muara Mbaduk. Potensi nilai ekonomi yang bisa dihasilkan dari pengelolaan Muara Mbaduk mencapai Rp15.486.416.873 per tahun. Untuk meningkatkan kunjungan, diperlukan upaya perbaikan fasilitas wisata serta sosialisasi terhadap masyarakat mengenai kontribusi ekonomi dari Muara Mbaduk perlu dilakukan. Langkah-langkah ini penting agar masyarakat setempat termotivasi untuk berpartisipasi dalam pengelolaan ekowisata.
Copyrights © 2026