Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perception of former illegal logger to agroforestry in Tetelan land of Meru Betiri National Park, Indonesia Khomsah, Khusnatul; Ihsannudin; Pinuji, Sukmo; Luthfiyah, Lennny
AGROMIX Vol 16 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/agx.v16i1.6000

Abstract

Introduction: A sustainable livelihood program for former illegal loggers implemented by agriculture cultivation in rehabilitation zones or “Tetelan” land. Then, the agroforestry system should be applied to restore the function of forests and generate economic value. The research aims to examine the perceptions of former illegal loggers and the factors that influence the application of agroforestry on “tetelan” land. Methods: The research was conducted in Sanenrejo Village and Andongrejo Village, Tempurejo District, Jember Regency, East Java as buffer villages of the Meru Betiri National Park (MBNP). The research data used has cross-sectional characteristics. The data were measured using the Likert scale and analyzed using descriptive quantitative methods, followed by the Chi-square method to determine the effect of the relationship between variables. Results: Perception of former illegal loggers of agroforestry in “tetelan” land is in a good category. This means that efforts to implement an agroforestry system in "Tetelan" land to restore forest function have a high chance of success. At the same time, the factors that significantly influence the application of agroforestry are education and income. Conclusion: Individual approach efforts should target ex-illegal logger farmers with an elementary school education and low income (between IDR 300,000–IDR 6,200,000).
Valuasi Ekonomi Destinasi Ekowisata Muara Mbaduk Taman Nasional Meru Betiri Banyuwangi Jawa Timur Ibad, Nashoihul; Destiarni, Resti Prastika; Ihsannudin
Agrimics Journal Vol. 3 No. 1: Januari 2026
Publisher : PT. Sativa Publishing Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64118/aj.v3i1.73

Abstract

Ekowisata Muara Mbaduk di Kabupaten Banyuwangi merupakan bagian dari Taman Nasional Meru Betiri yang menampilkan keindahan panorama alam dan keunikan budaya. Meskipun demikian, jumlah kunjungan di Ekowisata ini mengalami fluktuasi, dan masyarakat setempat belum menunjukkan kepedulian yang cukup terhadap pengelolaannya. Penelitian ini mengintegrasikan valuasi ekonomi berbasis pendekatan Metode biaya perjalanan/travel cost method (TCM) dengan analisis faktor kunjungan wisata pasca pandemi covid-19 terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas kunjungan serta menilai kontribusi nilai ekonomi wisata terhadap perekonomian desa. Sampel penelitian terdiri dari 30 responden, dan data dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda serta metode biaya perjalanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya perjalanan, pendapatan, dan atraksi wisata tidak mempengaruhi intensitas kunjungan ke Ekowisata Muara Mbaduk. Potensi nilai ekonomi yang bisa dihasilkan dari pengelolaan Muara Mbaduk mencapai Rp15.486.416.873 per tahun. Untuk meningkatkan kunjungan, diperlukan upaya perbaikan fasilitas wisata serta sosialisasi terhadap masyarakat mengenai kontribusi ekonomi dari Muara Mbaduk perlu dilakukan. Langkah-langkah ini penting agar masyarakat setempat termotivasi untuk berpartisipasi dalam pengelolaan ekowisata.