Masa nifas merupakan periode kritis dalam siklus reproduksi perempuan yang berkontribusi signifikan terhadap angka kesakitan dan kematian ibu. Berbagai komplikasi nifas, seperti perdarahan, infeksi, serta gangguan psikologis pascapersalinan, masih sering terjadi dan salah satunya dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan ibu mengenai perawatan diri selama masa nifas. Di wilayah kerja Puskesmas Gajahan, Karanganyar, masih ditemukan ibu nifas yang belum memahami secara optimal tanda bahaya nifas, kebutuhan nutrisi, serta pentingnya perawatan diri dan bayi baru lahir. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu nifas melalui penyuluhan kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan penyuluhan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif disertai pembagian leaflet, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan ini diikuti oleh 30 ibu nifas. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan ibu nifas dari 55,3 sebelum penyuluhan menjadi 82,7 setelah penyuluhan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan merupakan strategi promosi kesehatan yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu nifas mengenai perawatan pascapersalinan, termasuk aspek kesehatan fisik dan mental. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan komplikasi nifas serta memperkuat peran pelayanan kesehatan primer dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
Copyrights © 2026