Cabai rawit merupakan komoditi yang memerlukan perawatan dan aplikasi pestisida kimia yang tinggi. Namun, Penggunaan pestisida kimia secara intensif belum sepenuhnya mampu mengatasi permasalahan hama dan penyakit tanaman cabai dan justru berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan teknologi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Biointensif terhadap pertumbuhan vegetatif dan insidensi hama serta penyakit pada tanaman cabai rawit. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan percobaan komparatif yang membandingkan dua sistem budidaya, yaitu budidaya konvensional dan budidaya dengan PHT Biointensif, masing-masing terdiri atas 30 sampel tanaman. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, serta insidensi penyakit bercak daun dan serangan hama trips dan belalang. Data dianalisis menggunakan uji t tidak berpasangan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PHT Biointensif secara signifikan meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah daun pada seluruh waktu pengamatan dibandingkan dengan sistem konvensional. Selain itu, PHT Biointensif mampu menurunkan insidensi penyakit bercak daun dan serangan hama trips, meskipun belum berpengaruh terhadap insidensi serangan belalang. Peningkatan pertumbuhan dan penurunan insidensi hama dan penyakit tersebut diduga berkaitan dengan perbaikan kesehatan tanah, peningkatan aktivitas mikroba bermanfaat, serta terinduksinya ketahanan tanaman. Penerapan PHT Biointensif berpotensi menjadi strategi budidaya cabai rawit yang berkelanjutan dengan mengurangi ketergantungan terhadap input kimia.
Copyrights © 2025