Peningkatan kasus kanker serviks dan kanker payudara di Indonesia menunjukkan perlunya upaya deteksi dini berbasis komunitas, terutama di tingkat posyandu sebagai layanan kesehatan terdekat dengan masyarakat. Rendahnya pengetahuan kader posyandu tentang skrining kanker merupakan hambatan utama yang berpengaruh terhadap rendahnya partisipasi wanita usia subur dalam melakukan pemeriksaan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader posyandu melalui pelatihan, demonstrasi, dan simulasi penyuluhan dengan menggunakan Modul SHANAYA. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tahap persiapan, pelatihan intensif, simulasi penyuluhan, serta implementasi langsung pada tiga jadwal posyandu sebagai bentuk evaluasi praktik. Hasil pre-test menunjukkan mayoritas kader berada pada kategori pengetahuan cukup, dan meningkat signifikan menjadi kategori baik pada post-test. Hasil kualitatif memperkuat temuan tersebut, di mana kader terlihat mampu menyampaikan edukasi dengan percaya diri, menggunakan media edukasi secara tepat, serta memotivasi masyarakat untuk mengikuti skrining. Implementasi lapangan menunjukkan respons masyarakat yang positif. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam edukasi deteksi dini kanker serviks dan payudara. Hasil ini menegaskan pentingnya pelatihan berkelanjutan sebagai upaya memperkuat peran kader dalam mendukung program deteksi dini di tingkat komunitas
Copyrights © 2026